Waridat Datang, Kebiasaan Buruk Hilang

Ilmu Hakekat, Datang Dengan Singkat Dan Dengan Cocok Syariat
Apr 9, 2021
Warid Memusnahkan Segala, Karena Berasal Dari Yang Maha Perkasa
Apr 23, 2021

مَتَى وَرَدَتِ الْوَارِدَاتُ الْإِلٰهِيَّةُ عَلَيْكَ هَدَمَتِ الْعَوَائِدُ عَلَيْكَ

(اِنَّ الْمُلُوْكَ اِذَا دَخَلُوْا قَرْيَةً أَفْسَدُوْهَا)

Apabila datang waridat (karunia dari Allah yang turun di hati) kepadamu maka langsung merombak segala kebiasaan-kebiasaanmu yang jelek, ”Sesungguhnya raja-raja itu apabila masuk ke sebuah daerah, maka mereka merusak keadaannya. ”

 

DALAM kata hikmah sebelumnya diterangkan tentang waridat yang turun kepada ahli nihayah yang sudah sampai kepada Allah. Sedangkan kata hikmah ini menjelaskan tentang waridat yang turun kepada ahli bidayah yang sedang bersuluk menuju Allah.

Waridat yang turun pada hamba yang ahli bidayah sangatlah kuat dan menundukkan. Waridat itu datang agar supaya hamba itu terlepas dari kebiasaan-kebiasaan buruknya serta syahwat dan sifat-sifatnya yang tercela.

Waridat itu bisa berupa rasa sangat takut yang mengagetkan, atau berupa kerinduan yang menyedihkan. Maka timbul di hati hamba tersebut kerinduan dan cinta yang mendalam kepada Allah dan akhirat sehingga mendorongnya untuk melakukan amal taat. Muncul pula perasaan takut yang mencekam kepada Allah sehingga ia bangkit menuju Allah meninggalkan syahwat dan kebiasaan-kebiasaan buruknya.

Waridat itu langsung merombak segala kebiasaan buruknya. Apabila hamba itu sombong, ia berubah menjadi rendah diri. Suka pengaruh berubah menjadi khumul (tidak ingin dikenal). Banyak bicara berubah menjadi pendiam. Suka makan enak berubah menjadi makan sederhana.

Kata hikmah di atas diimbuhi dengan kutipan ayat:

اِنَّ الْمُلُوْكَ اِذَا دَخَلُوْا قَرْيَةً أَفْسَدُوْهَا

Ibn Athaillah memisalkan waridat, yang masuk ke hati dan menguasainya lalu merombak sifat buruk itu, dengan raja yang kejam. Apabila raja itu masuk ke negeri lain maka ia menghancurkan negeri tersebut. Bangunannya dihancurkan dan orang-orang mulianya dijadikan hina. Ada yang dibunuh atau diusir.

Waridat yang berupa cinta dan rindu itu terkadang datang dengan bertubi-tubi sehingga orang tersebut hilang dari perasaannya seluruhnya. Ia tenggelam dalam cinta dan kerinduan. Semuanya hilang yang terlihat adalah Allah. Ini disebut jadzb.

 

Waridat Bisa Diraih Dengan Usaha

Waridat ini juga dinamakan nafahat (pemberian-pemberian). Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menyebutnya dalam hadits:

اِنَّ لِلهِ نَفَحَاتٍ فَتَعَرَّضُوْا لِنَفَحَاتِهِ

“Sesungguhnya Allah memiliki pemberian-pemberian, maka dapatkanlah pemberian-pemberian itu.”

Sebagaimana disebutkan dalam hadits di atas, waridat atau nafahat bisa didapatkan melalui usaha seperti berdzikir, hadir majlis taklim dan amal kebaikan yang lain. Apabila dengan usaha tidak bisa didapat, maka dapatkanlah waridat itu melalui berteman dengan para arifin atau orang-orang saleh. Mendekati mereka bisa merubah hati kotor menjadi bersih dan sifat yang buruk menjadi baik. Sebab, dada mereka adalah tempat waridat yang banyak. Apabila waridat itu datang meluap di hati orang saleh itu, maka akan diberikan kepada orang yang di dekatnya yang hatinya pantas untuk diisi dengan karunia tersebut. Mereka, para arifin, diberi karamah bisa merubah tembaga menjadi emas, akhlak tercela menjadi akhlak terpuji.

Bukti yang nyata dari hal ini, para sahabat Nabi menjadi berubah sikapnya setelah berkumpul dengan Nabi. Begitupula banyak orang thaleh (bejat) menjadi shaleh setelah berkumpul orang-orang shaleh. Bagaimana tidak, ketika menyebut nama orang shaleh turunlah rahmat (waridat). Tentu dengan kumpul mereka lebih banyak lagi rahmat yang turun. Semoga kita dapat menyongsong waridat tersebut. Amin.

Dikutip dari Buku al Hikam Mutiara Hikmah Kehidupan asuhan Habib Ahmad bin Husen Assegaf.

Leave a Reply

Your email address will not be published.