Tidak Mudah Tercapai Harapan yang Mengandalkan Diri Sendiri

Jangan Heran! Memang Dunia Merisaukan
Sep 25, 2018
Tanda Kesuksesan: Kembali Kepada Allah di Permulaan
Sep 30, 2018

 مَا تَوَقَّفَ مَطْلَبٌ أَنْتَ طَالِبُهُ بِرَبِّكَ وَلَا تَيَسَّرَ مَطْلَبٌ أَنْتَ طَالِبُهُ بِنَفْسِكَ

Tidak terhenti suatu permintaan yang semata-mata engkau minta dengan bersandar kepada Tuhanmu dan tidak mudah tercapai suatu harapan yang engkau cari dengan bersandar pada dirimu.

 

KALAU engkau punya keperluan, baik keperluan dunia atau akhirat dan engkau ingin terkabul dengan cepat, maka mintalah dan bersandarlah kepada Allah. Kalau Engkau meminta dengan bersandar kepada Allah, mengandalkan karunia dan kekuasaan-Nya, maka engkau dipermudah oleh Allah untuk mendapatkan hajatmu itu.

Sebaliknya, jika engkau mencari permintaan itu dengan bersandar pada dirimu sendiri, mengandalkan daya upayamu, kekuatanmu, kepandaianmu, maka pasti kamu menemui kesulitan dan hambatan yang membebani dirimu.

Allah berfirman menceritakan Nabi Musa alaihissalam yang berkata kepada kaumnya ketika mereka mendapatkan ancamanan siksaan dari Firaun:

اسْتَعِينُوا بِاللَّهِ وَاصْبِرُوا إِنَّ الْأَرْضَ لِلَّهِ يُورِثُهَا مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ

“Mintalah pertolongan dari Allah dan sabarlah, sesungguhnya bumi kepunyaan Allah diwariskan oleh Allah kepada siapa yang dikehendaki dari hamba-Nya dan akibat yang baik untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-A’raf: 128)

Nabi Musa menyuruh mereka meminta tolong kepada Allah dan bersabar menunggu bantuan Allah. Sebab, Allah yang memiliki bumi dan seisinya. Allah yang bisa memberikan bumi dan mewariskannya kepada siapa yang ia kehendaki. Awalnya Firaun berkuasa, tetapi kemudian kekuasaan itu dicabut dan Fir’aun beserta bala tentaranya ditenggelamkan oleh Allah. Bumi Mesir kemudian diberikan kepada Musa dan kaumnya.

Maka siapa yang punya hajat dan meminta pertolongan kepada Allah dan bersabar, maka akibat yang baik akan didapatnya dan ia termasuk orang yang bertakwa.

Allah Ta’ala berfirman:

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ

“Mintalah tolong (untuk menggapai cita-citamu) dengan kesabaran dan doa.” (QS. Al-Baqarah: 45)

Allah Ta’ala berfirman:

وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

“Siapa yang bertawakal (berpasrah diri) kepada Allah, maka Allah akan mencukupi segala keinginannya.” (QS. At-Thalaq: 3)

Tetapi sebaliknya, kalau orang itu tidak bersandar kepada Allah, tidak berdoa kepada-Nya, malah bersandar pada kekuatan dirinya, maka orang itu akan menemui kesulitan-kesulitan dan rintangan yang banyak yang akan membebani orang itu. Ia tidak akan mencapai hajatnya.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda kepada seorang sahabatnya:

لَا تَطْلُبِ الْإِمَارَةَ فَإِنَّكَ إِنْ طَلَبْتَهَا وُكِّلْتَ إِلَيْهَا وَإِنْ أَتَتْكَ مِنْ غَيْرِ مَسْأَلَةٍ أُعِنْتَ عَلَيْهَا

“janganlah engkau meminta untuk menjadi pemimpin. Kalau engkau mencari jabatan, maka engkau akan dibebani oleh Allah. Tetapi kalau kamu mendapatkannya tanpa meminta pasti engkau dapat pertolongan dari Allah.”

Tanda bahwa seseorang meminta sesuatu dengan pasrah diri kepada Allah adalah dia zuhud, tidak suka dengan sesuatu itu dan dia sibuk dengan Allah. Akan tetapi harapannya datang tanpa dicari-cari. Dan tanda orang yang menginginkan suatu keperluan dan bersandar kepada diri sendiri adalah dia sangat berambisi dengan keinginannya itu sehingga kalau tidak berhasil, maka keadaannya berubah, ia merasa sedih, rendah diri dan malu di masyarakat.

Mintalah keperluanmu kepada Allah dan teruslah beristiqamah serta bersabar menanti sampai dikabulkan permintaan itu pada waktu yang ditentukan oleh Allah seperti Musa dan Harun yang terus berdoa dan bersabar menunggu empat puluh tahun untuk terkabulnya permintaannya. Hajat itu pasti datang dalam waktu yang ditentukan Allah atau diberi dalam bentuk lain. Jadi, tetaplah berdoa dan bersabarlah.

Dikutip dari Buku al Hikam Mutiara Hikmah Kehidupan asuhan Habib Ahmad bin Husen Assegaf.

Leave a Reply

Your email address will not be published.