Terkurung Dalam Kerangka Badan

Alam Tidak Bisa Memuat Ruhanimu
Aug 13, 2021
Jadikan Alam Bersamamu
Aug 13, 2021

الْكَائِنُ فِى الْكَوْنِ وَلَمْ تُفْتَحْ لَهُ مَيَادِيْنُ الْغُيُوْبِ مَسْجُوْنٌ بِمُحِيْطَاتِهِ مَحْصُوْرٌ فِى هَيْكَلِ ذَاتِهِ

Orang yang berada di alam dunia ini dan masih belum terbuka baginya lapangan gaib maka orang itu tetap tertawan oleh syahwat dan adat kebiasaannya dan tetap terkurung oleh kepentingan-kepentingan kerangka badannya.

 

ORANG yang hidup di alam benda dan tetap bersama benda-benda di dunia ini dan tidak ada semangat untuk menuju ke alam gaib maka ia masih tetap terpenjara oleh hawa nafsu dan adat kebiasaannya. Ia masih terkepung dengan kepentingan kerangka badannya. Orang ini tetap diperbudak oleh benda-benda itu. Ia dikuasai oleh alam ini. Hidupnya dalam kesempitan dan tersiksa.

Orang ini hidup hanya memenuhi kebutuhan jasmani dan tidak memakai ruhaninya. Ruhnya hanya terkungkung dalam badannya bagai burung yang terkurung di dalam sangkarnya. Sedangkan badannya terkurung dalam syahwat dan hawa nafsunya. Jiwanya tidak bisa bebas terlepas menuju Allah dan terbang ke Alam Malakut.

Keadaan orang yang hidupnya terkurung dan terpenjara oleh hawa nafsunya ini sama seperti keadaan ahli neraka yang juga terpenjara dan terkepung oleh api neraka.

Allah Ta’ala berfirman:

اِنَّا اَعْتَدْنَا لِلظَّالِمِيْنَ نَارًا اَحَاطَ بِهِمْ سُرَادِقُهَا

“Sesungguhnya Kami sediakan untuk orang-orang dhalim itu api yang gejolaknya mengepung mereka.” (QS. Al-Kahfi : 29)

Tidak ada siksa yang lebih pedih di neraka jahanam daripada terpenjara, terkurung dalam kesempitan dan ditundukkan dalam api neraka.

Allah Ta’ala berfirman:

وَاِذَا أُلْقُوْا مِنْهَا مَكَانًا ضَيِّقًا مُقَرَّنِيْنَ دَعَوْا هُنَالِكَ ثُبُوْرًا

“Dan apabila mereka dilempar di sana, di tempat yang sempit dan terbelenggu maka mereka di sana berteriak mengharapkan “kebinasaan. ” (QS. Al-Furqan : 13)

Maka dari itu, janganlah hanya memenuhi kebutuhan jasmani saja. Tapi kebutuhan ruhani juga harus dipenuhi. Bahkan kebutuhan ruhani harus lebih diutamakan. Kebutuhan jasmani akan selesai dengan kematian. Tapi, kebutuhan ruhani akan terus berlanjut seterusnya.

Kerahkan semangat dengan mujahadah dan beribadah dengan ikhlas untuk bisa terlepas dari penjara badan dan kurungan alam kebendaan sehingga bisa bebas menembus ke Alam Malakut dan mendapatkan makrifat kepada Allah.

Di dalam sebuah kitab terdahulu Allah berfirman: “Hamba-Ku, jadikanlah kepentinganmu untuk-Ku seratus persen, maka Aku akan mencukupi segala kebutuhanmu. Selama engkau bersama dirimu, maka engkau di tempat yang jauh dan selama engkau bersama Aku, maka engkau di tempat dekat. Maka pilihlah yang kau mau. ”

Firman Allah dalam kitab terdahulu di atas diperkuat oleh hadits Nabi yang berbunyi:

مَنْ جَعَلَ الْهُمُوْمَ هَمًّا وَاحِدا (هَمّ أخِرَتِهِ) كَفَاهُ اللهُ مَا أَهَمَّهُ مِنْ اَمْرِ الدُّنْيَا وَالْأخِرَةِ, وَمَنْ تَشَاعَبَتْ بِهِ الْهُمُوْمُ لَمْ يُبَالِ اللهُ فِى اَيِّ أَوْدِيَةِ الدُّنْيَا هَلَكَ

“Barangsiapa yang menjadikan keinginannya hanya satu, yaitu hanya keinginan akhiratnya, maka Allah akan mencukupi segala kebutuhannya, dunia dan akhiratnya. Dan siapa yang keinginannya bercabang-cabang, maka Allah tidak peduli di lembah dunia yang mana ia binasa.” (HR. Hakim, Ibnu Majah, Baihaqi).

Dikutip dari Buku al Hikam Mutiara Hikmah Kehidupan asuhan Habib Ahmad bin Husen Assegaf.

Leave a Reply

Your email address will not be published.