Manusia Berada Di Alam Tengah, Karena Ia Makhluk Termulia

Sampai Kepada Allah Lewati Rintangan Nafsu
Jul 29, 2021
Alam Tidak Bisa Memuat Ruhanimu
Aug 13, 2021

جَعَلَكَ فِى الْعَالَمِ الْمُتَوَسِّطِ بَيْنَ مُلْكِهِ وَمَلَكُوْتِهِ لِيُعْلِمَكَ جَلَالَ قَدْرِكَ بَيْنَ مَخْلُوْقَاتِهِ وَأَنَّكَ جَوْهَرٌ تَنْطَوِى عَلَيْكَ اَصْدَافُ مَكْنُوْنَاتِهِ

Allah menjadikan engkau dalam alam pertengahan antara alam mulk (alam dunia yang kasat mata) dan alam malakut (alam malaikat yang gaib) untuk memberitahukan kepadamu tentang kebesaran kedudukanmu di antara makhluk-makhluk yang lain, dan engkau bagaikan permata yang diliputi oleh wadah tempatnya yang berupa alam ini.

 

ALLAH menciptakan manusia dalam bentuk yang paling sempurna. Allah memberinya ruh dan badan yang mengandung rahasia-rahasia seluruh makhluk yang ada, baik yang di bawah atau yang di atas, yang lembut (yang tak terlihat) maupun yang kasar (yang kasat mata). Dengan begitu, maka jadilah manusia sebagai makhluk ruhani dan jasmani, makhluk ardhi (bumi) dan sekaligus samawi (langit). Oleh sebab itu, manusia disebut sebagai ‘Alam Kecil’.

Allah meletakkan manusia pada alam pertengahan antara alam dunia yang terlihat oleh mata kepala dan alam malakut yang tidak terlihat dengan mata kepala agar manusia tahu betapa tingginya derajat dirinya, bahwa ia adalah makhluk ciptaan Allah yang paling mulia dari makhluk yang lain. Manusia memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh makhluk yang lain. Manusia bagaikan mutiara yang berharga yang terkandung dalam kerang. Dunia seisinya ini bagaikan kerang itu.

Abul Abbas Al-Mursi berkata: “Seluruh alam ini adalah budak yang ditundukkan kepadamu sedangkan engkau adalah hamba yang mengabdi kepada Allah.”

Allah berfirman dalam kitab terdahulu: “Wahai anak Adam, Aku ciptakan segala sesuatu untukmu dan Aku ciptakan engkau untuk Aku. Maka janganlah engkau disibukkan dengan sesuatu yang pasti datang untukmu sehingga engkau meninggalkan Dzat yang engkau diciptakan untuk-Nya.”

Artinya, janganlah manusia ini disibukkan dengan benda-benda yang oleh Allah ciptakan untuk manusia sehingga ia lupa dengan tujuan ia diciptakan oleh Allah yaitu mengabdi dan beribadah kepada Allah.

Memang Allah menciptakan seluruh alam ini untuk manusia, seperti disebut dalam firman-Nya:

هُوَ الَّذِى خَلَقَ لَكُمْ مَا فِى الْأَرْضُ جَمِيْعًا

“Dialah Allah yang menciptakan semua isi bumi ini untuk kamu semua.” (QS. Al-Baqarah : 29)

Allah Ta’ala berfirman:

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِى أَدَمَ

“Kami telah memuliakan anak Adam.” (QS. Al-Isra’ : 70)

Imam Washithi berkata menafsiri ayat ini: “Arti Allah memuliakan manusia adalah Allah menyerahkan alam seisinya kepada manusia agar manusia tidak diperbudak oleh apapun dan supaya manusia hidup hanya beribadah kepada Allah.”

Allah Ta’ala berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat : 56)

Maka dari itu, manusia harus punya semangat yang tinggi untuk pergi ke alam malakut, ke alam ruhani, dengan beribadah yang ikhlas dan mujahadah melawan nafsu dan tidak menoleh kepada selain Allah, seperti yang diungkapkan oleh penyair Arab:

Apabila engkau mengerti hakikat dirimu

Dirimu adalah Kursi, Arsy, Surga, Neraka dan cakrawala

Di dirimu tersimpan rahasia-rahasia berharga

Kenapa engkau berlambat-lambat bersama para tawanan

Kapankah engkau ber-isra’ (pergi ke alam yang tinggi)?

Dikutip dari Buku al Hikam Mutiara Hikmah Kehidupan asuhan Habib Ahmad bin Husen Assegaf.

Leave a Reply

Your email address will not be published.