Di Dunia Memikirkan Ciptaan-Nya, Di Akhirat Melihat Dzat-Nya
Mar 2, 2020
Ibadah Bermacam-Macam Agar Tidak Jemu
Mar 13, 2020

عَلِمَ مِنْكَ أَنَّكَ لَا تَصْبِرُ عَنْهُ فَأَشْهَدَكَ مَا بَرَزَ مِنْهُ

Allah mengetahui engkau tidak akan sabar kalau engkau tidak melihat-Nya, maka Allah memperlihatkan engkau apa-apa yang asli dari ciptaan-Nya.

ORANG arif beribadah kepada Allah karena rindu untuk bertemu dengan Allah. Tetapi ia belum bisa bertemu dengan Allah dikarenakan ia masih berada di dunia. Ia bisa ‘melihat’ Allah di dunia ini sesuai dengan keadaan dirinya di dalam dunia ini.
Ia tidak dapat melihat Allah secara langsung. Tapi ia hanya bisa “melihat” (cahaya) Allah melalui ciptaan-ciptaan-Nya yang ada di dalam dunia ini.
Sebagaimana dikatakan:

لَكِنْ لَابُدَّ لِلْحَسْنَاءِ مِنْ نِقَابٍ وَلِلشَّمْسِ مِنْ سَحَابٍ

“Akan tetapi wanita yang cantik harus ditutup pakai kerudung, matahari ditutup dengan awan.”
Sebab ia tidak sabar untuk bertemu dengan Allah, maka Allah memberinya kemuliaan dengan memperlihatkan kepadanya ciptaan-ciptaan-Nya sebagai hiburan terhadap hamba-Nya tersebut.
Sehingga dengan cara seperti ini dia akan selalu ingat pada Allah setiap ia melihat ciptaan Allah. Maka bertambahlah rasa rindu dan cintanya kepada Allah.
Kerinduan seperti ini akan terus ada pada dirinya sampai ia meninggal.
Demikian pula ketika ia berada di akhirat, misalnya di padang mahsyar dia selalu teringat dengan Allah sehingga ia tidak merasakan terjadinya huru-hara dan kesulitan-kesulitan di padang mahsyar. Sampai-sampai di dalam surga-pun ia hanya teringat dengan Allah tanpa terpengaruh dengan apa yang ada di sekelilingnya.
Diceritakan dalam sebuah hadits, pernah Nabi shallallahu alaihi wa sallam, ketika sedang sholat diperlihatkan surga kepada beliau. Kemudian beliau berkata kepada para sahabat:

اِنِّي رَأَيْتُ الْجَنَّةَ فَتَنَاوَلْتُ عُنْقُوْدًا وَلَوْ اَصَبْتُهُ لَأَكَلْتُمْ مِنْهُ مَا بَقِيَتِ الدُّنْيَا

“Sesungguhnya diperlihatkan kepadaku surga, kemudian aku sentuh setangkai buahnya. Seandainya buah itu aku ambil, niscaya kalian akan memakannya selama dunia ini masih ada.”
Diceritakan bahwa Ma’ruf al-Karkhi semenjak ia bermakrifat dengan Allah, ia tidak pernah memejamkan matanya sampai ia wafat. Karena beliau berjanji, bahwa beliau tidak akan memejamkan matanya sebelum melihat Allah.
Diceritakan juga bahwa al-Habib Hasan bin Sholeh al-Bahr al-Jufri ketika beliau sedang sholat, beliau diperlihatkan surga, gedung-gedung surga yang tinggi dan bidadari yang berkeliaran. Kemudian beliau berkata:

مَا مُرَادِيْ الْحُوْرُ وَالْقُصُوْرُ وَلٰكِنْ مُرَادِيْ رَفْعُ السُّتُوْرِ

“Ya Allah, bukan bidadari dan istana-istana yang saya inginkan, tapi saya ingin melihat Engkau.”
Inilah kerinduan yang diutarakan oleh al-Habib Hasan bin Sholeh al-Bahr al-Jufri yang bersemayam di dalam hati beliau.

Dikutip dari Buku al Hikam Mutiara Hikmah Kehidupan asuhan Habib Ahmad bin Husen Assegaf.

Leave a Reply

Your email address will not be published.