Jangan Minta Tetap Istimewa

Jangan Bangga Kalau Belum Tahu Hasilnya
May 2, 2021
Dekat Allah, Bahagia. Berpaling dari Allah, Susah.
May 2, 2021

لَا تَطْلُبَنَّ بَقَاءَ الْوَارِدَاتِ بَعْدَ اَنْ بَسَطَتْ اَنْوَارَهَا وَاَوْدَعَتْ اَسْرَارَهَا فَلَكَ فِى اللهِ غِنًى عَنْ كُلِّ شَيْءٍ وَلَيْسَ يُغْنِيْكَ عَنْهُ شَيْءٌ

Janganlah engkau meminta tetapnya waridat setelah waridat itu membentangkan cahayanya dan menyimpan rahasia-rahasianya. Maka cukuplah bagimu (mengabdi kepada) Allah sehingga tidak membutuhkan selain-Nya, dan tidak ada sesuatu yang bisa mencukupi engkau sehingga engkau tidak membutuhkan Allah.

 

WARIDAT atau pemberian Allah yang istimewa seperti karamah, mukasyafah atau ilmu laduni adalah makhluk ciptaan Allah yang tidak kekal. Ia bisa datang dan bisa pula pergi menghilang. Bahkan ada yang datang sekilas bagai hembusan angin dari kipas angin yang berputar.

Oleh karena itu, jika engkau mendapatkan waridat tersebut janganlah meminta agar waridat itu selalu tetap ada pada dirimu. Janganlah bersandar dan condong kepada waridat. Jangan sedih kalau waridat itu hilang. Tetaplah mengabdi kepada Allah. Tetaplah beribadah dan lakukan amal taat, baik ada waridat atau tidak. Sebab, condong kepada waridat dapat merusak keikhlasan tauhidmu.

Jika waridat itu hilang, bukankah Allah Sang pemberi waridat itu kekal dan selalu ada. Kekeramatan bisa hilang, tetapi Yang memberi kekeramatan itu tetap ada. Kekayaan bisa sirna, tapi Allah Yang Maha Kaya selalu ada. Allah-lah tujuan kita, bukan keistimewaan-keistimewaan itu. Hanya Allah yang bisa mencukupi kita sehingga kita tidak membutuhkan yang selain-Nya. Tidak ada satupun selain Allah yang bisa mencukupi kita sehingga kita tidak lagi butuh kepada-Nya.

Penyair berkata:

لِكُلِّ شَيْءٍ اِذَا فَارَقَتْهُ عِوَضٌ      وَلَيْسَ للهِ اِنْ فَارَقْتَ مِنْ عِوَضٍ

Apabila engkau berpisah dengan segala sesuatu maka pasti ada gantinya.

Tetapi, jika engkau kehilangan Allah maka tidak ada ganti-Nya.

Menoleh, condong dan meminta waridat menunjukkan bahwa engkau cinta pada waridat itu. Cinta kepada sesuatu berarti hamba dari sesuatu tersebut. Cinta istri berarti hambanya istri. Cinta dunia berarti budaknya dunia. Cinta waridat berarti hambanya waridat. Sedangkan Allah tidak rela engkau menjadi hamba selain-Nya. Allah ingin engkau jadi hamba-Nya yang sejati yang mengabdi kepada-Nya tanpa menoleh kepada tujuan selain Allah, baik tujuan dunia ataupun akhirat.

Abu Sulaiman Ad-Darani ditanya tentang ibadah apa yang paling utama untuk mendekatkan diri kepada Allah. Ia menjawab: “Ibadah yang paling utama untuk mendekatkan diri kepada Allah ialah jika Allah melihat hatimu dan hatimu itu tidak keinginan selain Allah, baik dunia maupun akhirat.” Ibadah yang membersihkan hati dari selain Allah adalah ibadahnya para Nabi dan para wali. Tidak suka kepada dunia dan akhirat adalah kekayaan yang mutlak. Orang yang bisa melakukan hal itu, maka ia telah mencapai tingkat keimanan yang tinggi.

Seseorang yang bergantung dan condong kepada selain Allah, berupa waridat atau lainnya, maka Allah akan menyerahkan orang tersebut kepada apa yang ia condong. Karena orang itu tidak pasrah diri sepenuhnya kepada Allah dan tidak menganggap cukup dengan Allah, maka Allah membiarkan dirinya untuk mengurus dirinya. Tentu ia tidak punya kekuatan untuk melakukan itu. Ia akan sengsara dan celaka. Sedangkan orang yang merasa cukup dengan Allah, maka Allah akan mencukupinya.

Penyair berkata :

مَنْ عَرَفَ اللهَ فَلَمْ تُغْنِهِ   مَعْرِفَةُ اللهِ فَذَاكَ الشَّقِيُّ

مَا يَصْنَعُ الْعَبْدُ بِعِزِّ الْغِنَى  وَالْعِزُّ كُلَّ الْعِزِّ لِلْمُتَّقِى

Orang yang mengenal Allah tapi tidak merasa cukup

dengan makrifatullah, maka ia adalah orang yang celaka.

Apa yang dilakukan oleh seorang hamba dengan kemuliaan kekayaan?

Kemuliaan yang sebenarnya adalah milik orang yang bertakwa.

Dikutip dari Buku al Hikam Mutiara Hikmah Kehidupan asuhan Habib Ahmad bin Husen Assegaf.

Leave a Reply

Your email address will not be published.