Jangan Bangga Kalau Belum Tahu Hasilnya

Walau Tidak Khusyuk, Jangan Putus Asa
Apr 23, 2021
Jangan Minta Tetap Istimewa
May 2, 2021

لَا تَزْكِيَنَّ وَارِدًا لَا تَعْلَمُ ثَمْرَتَهُ فَلَيْسَ الْمُرَادُ مِنَ السَّحَابَةِ الْأَمْطَارَ وَاِنَّمَا الْمُرَادُ مِنْهَا وُجُوْدُ الْأَثْمَارِ

Janganlah engkau merasa bangga dengan warid yang engkau masih belum mengetahui buah hasilnya. Bukanlah yang diharapkan dari awan itu sekedar hujan tetapi tujuan utamanya adalah adanya buah-buahan.

 

BILA datang karunia Allah ke dalam hati sehingga hati itu condong untuk melakukan amal taat maka janganlah merasa bangga dan bahagia dengan hal tersebut sebelum ia mengetahui dan merasakan buah dan hasilnya.

Misalnya, seseorang yang melakukan amal ibadah salat. Tetapi ia masih belum merasakan buahnya, yaitu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar, yang disebut dalam Al-Qur’an:

اِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ

“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.” (QS. Al-‘Ankabut : 45)

Orang tersebut masih tetap melakukan perbuatan yang tidak baik. Ia masih melakukan perbuatan keji dan mungkar. Maka, janganlah ia bahagia dan bangga atas shalatnya tersebut. Berbangga dengan sesuatu yang belum dirasakan hasilnya adalah sebuah tipuan. Maka waspadalah.

Dikutip dari Buku al Hikam Mutiara Hikmah Kehidupan asuhan Habib Ahmad bin Husen Assegaf.

Leave a Reply

Your email address will not be published.