Terkurung Dalam Kerangka Badan
Aug 13, 2021
Wali-pun Seorang Manusia
Aug 22, 2021

اَنْتَ مَعَ الْأَكْوَانِ مَا لَمْ تَشْهَدِ الْمُكَوِّنَ فَإِذَا شَهِدْتَهُ كَانَتِ الْأَكْوَانُ مَعَكَ

Engkau terikat oleh alam selama engkau belum bisa melihat penciptanya. Apabila engkau bisa melihat penciptanya, maka alam ini akan tunduk kepadamu.

 

ANTA Maal Akwan (engkau bersama alam) dan Al-Akwan maaka (alam bersamamu) artinya berbeda.

Engkau bersama alam berarti engkau terikat dengan alam benda ini dan masih butuh kepadanya. Dengan begitu, engkau menjadi budak alam ini. Maka alam ini menghinamu dan merendahkan dirimu. Tentu, ini adalah keadaan yang hina yang disebabkan ia belum melihat Pencipta alam.

Selagi seorang hamba masih terkungkung dalam alam benda dan kerangka badannya, maka alam ini menguasainya. Ia cinta dan asyik dengan alam dunia ini, padahal alam ini benci kepadanya dan menjauhkannya dari Tuhannya. Ia butuh kepada alam, tetapi alam tidak membutuhkannya. Ia senang kepada alam ini, tapi alam lari darinya. Ia takut dan khawatir terhadap dunia ini, dan alam dunia ini malah menakut-nakutinya.

Arti alam bersamamu adalah engkau memiliki alam ini, sedangkan engkau tidak butuh kepadanya. Dengan begitu, engkau merdeka dari alam ini, sedangkan alam ini membutuhkanmu dan berkhidmah kepadamu, termasuk benda mati dan hewannya sekalipun.

 

Kapankah itu terjadi ?

Apabila seseorang mengenal pencipta alam ini, maka ia akan terbebas dari perbudakan alam ini, ia murni menjadi hamba Allah, Sang Pencipta Alam. Maka di saat itu, alam akan berkhidmah kepada orang tersebut. Ia menguasai alam ini. Alam ini senang dan cinta kepadanya, sedangkan ia hanya cinta kepada Penciptanya. Alam mengejar-ngejarnya tapi ia zuhud kepada alam dunia ini. Ia ditakuti dan disegani alam ini, sedangkan ia merasa aman dari ketakutan dunia.

Karena ia hanya tunduk kepada Allah, maka semua makhluk-Nya ditundukkan kepadanya. Karena ia benar-benar cinta kepada Allah, maka seluruh ciptaan-Nya dijadikan cinta kepadanya.

Sampai-sampai surga rindu kepadanya, namun ia sendiri tidak membutuhkan surga. Dalam hadits disebutkan bahwa surga rindu kepada empat sahabat Nabi, Ali bin Abi Thalib, Miqdad bin Al-Aswad, Salman Al-Farisi dan Abu Dzar Al-Ghifari.

Neraka pun takut kepada seorang hamba yang mengenal Allah, sedangkan hamba tersebut tidak khawatir kepada neraka. Yang ia takuti hanyalah Allah. Di dalam hadits disebutkan bahwa pada hari kiamat neraka berkata, ‘Lewatlah wahai orang mukmin, karena cahayamu bisa memadamkan apiku.’

Syibli berkata: “Orang yang mengenal Pencipta alam ini maka tidak tergerak di hatinya sesuatu apapun dari alam ciptaan ini.”

Seorang syeikh berkata: “Aku masuk ke pasar. Semua benda di pasar rindu kepadaku, sedangkan aku bebas dari benda-benda itu.”

Puluhan Malaikat pernah datang kepada Habib Ahmad Shahib As-syi’ib untuk berkhidmah kepadanya. Tapi ia menolak.

Sayyid Alawi bin Abbas Al-Maliki pernah pada suatu ketika diminta oleh Raja Hasan, Maroko, untuk pindah ke negerinya dan dijadikan sebagai mufti kerajaannya. Sayyid Alawi beristikharah. Ia bermimpi melihat seorang perempuan raksasa memungut badannya yang tampak kecil dan menaruhnya di dadanya. Perempuan itu memeluknya dengan erat seakan-akan tidak mau melepaskannya.

“Aku adalah Ummul Qura,” kata perempuan raksasa itu.

Dari mimpi itu Sayyid Alawi memutuskan untuk tidak pindah ke Maroko. Sebab, Ummul Qura, nama lain dari kota Mekkah tanah kelahiran yang ia tempati, tidak rela melepaskannya. Begitulah orang saleh, bumi pun merindukannya.

Dikutip dari Buku al Hikam Mutiara Hikmah Kehidupan asuhan Habib Ahmad bin Husen Assegaf.

Leave a Reply

Your email address will not be published.