Cara Mengalahkan Syetan

Diganggu Manusia, Agar Hubungan Dengan Allah Tak Terganggu
Jun 22, 2021
Syetan Dan Nafsu Bisa Membuatmu Kembali Kepada Allah
Jun 28, 2021

اِذَا عَلِمْتَ اَنَّ الشَّيْطَانَ لَا يَغْفُلُ عَنْكَ فَلَا تَغْفُلْ اَنْتَ عَمَّنْ نَاصِيَتُكَ بِيَدِهِ

Jika engkau telah mengetahui bahwa syetan itu tidak pernah lupa kepadamu, maka janganlah engkau lupa kepada Tuhan yang nasibmu ada pada Tangan-Nya.

 

SYETAN adalah musuh bebuyutan manusia. Syetan selalu memerangi manusia dan tidak pernah mau berdamai ataupun melakukan gencatan senjata sedikitpun dengan manusia. Syetan tidak pernah lengah sedetikpun untuk menyesatkan manusia. Sehingga, seorang Sufi ketika ditanya, “Apakah Iblis itu pernah tidur?” Ia menjawab, “Andai ia pernah tidur, maka kami dapat kesempatan untuk istirahat.”

Jika engkau tahu bahwa syetan itu tidak pernah lupa dan tidak mau berdamai denganmu maka janganlah engkau lupa kepada Tuhan yang menguasai dirimu. Sebab, Jika engkau selalu ingat, bertawakal, merasa miskin, dan berlindung kepada Allah, maka Allah-lah yang menghadapi musuhmu yang tidak kelihatan itu. Dengan begitu, kamu dilindungi oleh Allah dari serangan syetan dan selamat dari gangguannya.

Allah Ta’ala berfirman:

اِنَّ عِبَادِي لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَانٌ وَكَفَى بِرَبِّكَ وَكِيْلً

“Sesungguhnya hamba-hamba-Ku itu tidak ada kekuasaan bagimu atas mereka. Dan cukuplah Tuhanmu sebagai pelindung.” (QS. Al-Isra’ : 65)

اِنَّهُ لَيْسَ لَهُ سُلْطَانٌ عَلَى الَّذِيْنَ أمَنُوا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَ

“Sesungguhnya syetan itu tidak berdaya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhan mereka.” (QS. An-Nahl : 99)

Orang-orang yang memiliki sifat mulia seperti disebutkan di dalam ayat tersebut; beriman kepada Allah, betul-betul mengabdi kepada-Nya, selalu tawakkal dan memohon perlindungan kepadaNya, mana mungkin bagi syetan, si musuh Allah itu, akan menguasainya, karena Allah yang menjadi kekasih orang tersebut dan menjaganya.

Syetan tidak berdaya menghadapi orang-orang yang berada di bawah perlindungan Allah tersebut. Bagi mereka, syetan itu tidak ada artinya. Andai Allah tidak memerintahkan mereka untuk berlindung kepada Allah dari syetan, maka mereka tidak akan memohon perlindungan Allah dari syetan. Siapakah syetan itu sehingga untuk menghadapinya dimintai perlindungan kepada Allah.

Sebenarnya gangguan syetan itu lemah. Gangguan wanita lebih besar. Allah menyebutkan hal ini dalam Al-Qur’an.

Allah berfirman mengenai gangguan syetan:

إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيْفًا

“Sesungguhnya tipu daya syetan itu lemah.” (QS. An-Nisa’ : 76)

Sedangkan mengenai tipu daya wanita, Al-Qur’an menyebutkan:

اِنَّ كَيْدَهُنَّ عَظِيْمٌ

“Sesungguhnya tipu daya kalian (para wanita) itu besar.” (QS. Yusuf : 28)

Lihatlah Umar bin Khaththab. Syetannya yang takut kepadanya, sebab ia kuat dengan Allah. Ia selalu patuh dan melaksanakan perintah Allah, sehingga ia selalu dalam perlindungan Allah dari syetan, bahkan ditakuti oleh syetan.

Abul Abbas Al-Mursi mengomentari firman Allah Ta’ala:

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوْهُ عَدُوَّا

“Sesungguhnya syetan itu adalah musuh kalian, maka nyatakanlah syetan itu sebagai musuh.” (QS. Fathir : 6)

Al-Mursi berkata: “Ada suatu golongan yang memahami firman Allah ini bahwa mereka diperintahkan untuk memusuhi syetan. Lalu mereka sibuk memusuhi syetan sehingga lupa tidak mencintai Allah.

Tetapi ada golongan yang memahami bahwa syetan adalah musuh dan Allah adalah kekasih. Lalu mereka sibuk dengan sang kekasih. Maka mereka dilindungi oleh Allah dari selain-Nya.”

Asy-Sya’roni pernah menulis surat kepada syeikhnya yang berada di Maroko. Asy-Sya’roni mengadu kepada gurunya tentang gangguan makhluk yang menimpanya.

Syeikhnya itu mengirim balasan kepadanya:

“Janganlah engkau sama sekali disibukkan dengan orang yang mengganggumu. Sibuklah dengan Allah, maka Allah akan menolak orang itu darimu. Banyak orang keliru mengenai masalah ini. Mereka sibuk dengan meladeni orang yang mengganggunya. Maka gangguan itu bertambah panjang dan bertambah dosa. Seandainya mereka kembali kepada Allah, maka Allah akan melindungi mereka dan Allah yang menolak musuh-musuh itu darinya. Wassalam.”

Oleh sebab itu, jangan putus asa walau sudah dijerumuskan syetan. Tetaplah melaksanakan amal ibadah. Bukan malah semakin menjauh dari Allah. Tetapi kembalilah kepada Allah, maka Allah akan mengampuni dosa itu dan melindungi kita dari syetan.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Said Al-Khudri, ia mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Iblis berkata kepada Allah, ‘Demi kemuliaan-Mu dan kebesaran-Mu, aku akan selalu menyesatkan anak Adam selagi roh mereka ada di badannya.’ Lalu Allah menjawab kepada iblis, ‘Demi kemuliaan dan kebesaran-Ku, Aku tetap memberi ampun kepada mereka selagi mereka memohon ampunan-Ku.”

Dikutip dari Buku al Hikam Mutiara Hikmah Kehidupan asuhan Habib Ahmad bin Husen Assegaf.

Leave a Reply

Your email address will not be published.