Bila Permintaanmu Tak Kunjung Datang, Jangan Tuntut Tuhan, Tuntut Dirimu Sendiri

Kewalian Ditutup Dengan Sifat Kemanusiaan
Jan 21, 2020
Kenikmatan terbesar: Dhahir Ibadah, Batin Ridho
Jan 31, 2020

لَا تُطَالِبْ رَبَّكَ بِتَأَخُّرِ مَطْلَبِكَ وَلَكِنْ طَالِبْ نَفْسَكَ بِتَأَخُّرِ أَدَبِكَ

Janganlah engkau menuntut Tuhanmu karena terlambatnya permintaanmu, tetapi tuntutlah dirimu sendiri lantaran kurangnya kesopananmu terhadap Allah.

 

JIKALAU engkau berdoa, meminta suatu hajat kepada Allah, dan permintaanmu itu belum kunjung datang dan tidak ada tanda qobul, maka janganlah engkau berprasangka buruk kepada Allah, janganlah engkau menuntut Allah untuk melaksanakan permintaanmu itu. Sebab, Allah tidak boleh dituntut; Allah melakukan apa yang Ia kehendaki.

Tetapi sebaiknya koreksilah dirimu sendiri, kenapa Allah belum mengabulkan hajatmu itu? Mungkin saja semua itu dikarenakan engkau kurang adab kepada Allah. Dalam berdoa, engkau tidak memakai cara yang sopan yang ada pada tata cara berdoa.

Andai engkau berprasangka baik kepada Allah dan engkau memakai tata cara berdoa maka doamu pasti diterima oleh Allah. Seandainya Allah tidak mengabulkan doamu secara hissi (bendawi) tetapi Allah memberimu secara maknawi. Permintaanmu diterima oleh Allah, tetapi Allah memberimu sesuatu yang sesuai dan menguntungkan dirimu.

Misalnya seseorang yang meminta kekayaan harta. Allah menerima permintaannya. Namun ia diberi kekayaan hati, kekayaan ilmu yang lebih bermanfaat bagi dirinya. Justru bila ia diberi kekayaan harta, maka harta itu akan membuatnya lupa kepada Allah.

Allah telah menjamin bahwa doamu diterima, tetapi sesuai dengan pilihan dan kehendak Allah, bukan pilihan dan kehendakmu, dan dalam waktu yang ditentukan oleh Allah bukan menurut ketentuan waktumu.

 

Suul Adab (Cara Tidak Sopan) Dalam Berdoa

Termasuk kurang sopan dalam berdoa ialah bila engkau berdoa semata-mata karena ada tujuan. Engkau berdoa hanya ingin mendapatkan keinginanmu. Itu kurang sopan. Sedangkan cara yang baik ialah engkau meminta hajatmu sambil merasa miskin dan selalu membutuhkan Allah. Berdoa dengan niat menampakkan ubudiah (sifat kehambaan) dan niat melaksanakan perintah agama dan beribadah.

Juga termasuk kekurangsopanan dalam berdoa ialah jika engkau berkeyakinan bahwa doamu tidak diterima oleh Allah. Seakan-akan Allah tidak mampu mengabulkan doamu. Seharusnya dalam berdoa engkau berkeyakinan penuh bahwa doamu diterima oleh Allah, sesuai sabda Rasulullah:

أُدْعُ اللهَ وَأَنْتَ مُوْقِنٌ بِالْإِجَابَةِ

“Berdoalah kepada Allah sedang engkau berkeyakinan doamu dikabulkan.”

Ada lagi kurang scpan yang lebih buruk, yaitu engkau menentang Allah karena permintaanmu lambat dikabulkan. Contohnya orang yang berkata, ’Percuma aku berdoa. Doaku tidak didengar oleh Allah.’ Ini merupakan bentuk penentangan kepada Allah yang termasuk dosa besar.

Walhasil, dalam berdoa kita harus menggunakan tata cara (adab) berdoa yang di antaranya bersabar menunggu terkabulnya doa tersebut, sesuai dengan firman Allah:

وَاسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ

“Mintalah tolong dengan sabar dan shalat.” (QS. Al-Baqarah: 45)

Dikutip dari Buku al Hikam Mutiara Hikmah Kehidupan asuhan Habib Ahmad bin Husen Assegaf.

Leave a Reply

Your email address will not be published.