Mengenal Hati dan Laskarnya
Feb 26, 2017
KESEMPURNAAN HATI
Feb 26, 2017

PELAYAN HATI

اعلم أن الشهوة والغضب خادمان للنفس جاذبان, يحفظان أمر الطعام والشراب والنكاح لحمل الحواس. ثم النفس خادم الحواس شبكة العقل وجواسيسه يبصر بها صنائع الباري جلت قدرته ثم الحواس خادم العقل وهو القلب سراج وشمعة يبصر بنوره الحضرة الإلهية لأن الجنة وهي نصيب الجوف او الفرج محتقرة فى جنب تلك الجنة. ثم العقل خادم القلب, والقلب مخلوق لنظر جمال الحضرة الإلهية.

Ketahuilah bahwa nafsu dan angkara murka merupakan dua pelayan jiwa yang menarik dan menjaga urusan makanan, minuman dan perkawinan (senggama) untuk mendukung indra. Diri (anNafs), merupakan pelayan indra, dan indra me­rupakan jaring serta mata-mata akal. Dengan indra itulah akal mengamati ciptaan-ciptaan Tuhan yang Maha Agung. Kemudian indra melayani akal dan akal sendiri bagi hati adalah lampu dan pelita yang dengan sinarnya ia dapat memandang Hadirat Ilahi. Sebab surga (kenikmatan) yang menjadi bagian perut dan kelamin merupakan suatu yang tidak berarti bila dibandingkan dengan surga (kekuatan memandang Hadirat Ilahi) itu.

Seterusnya, akal adalah pelayan hati. Hati itu sendiri diciptakan untuk memandang keindahan Hadirat Ilahi.

فمن اجتهد فى هذه الصنعة فهو عبد حق من غلمان الحضرة, كما قال سبحانه وتعالى ” وما خلقت الجن والإنس إلا ليعبدون ” (الذاريات: ٥٦) معناه أنا خلقنا القلب وأعطينا الملك والعسكر, وجعلنا النفس مركبه حتى يسافر عليه من عالم التراب إلى أعلى عليين, فإذا أراد أن يؤدي حق هذه النعمة جلس مثل السلطان فى صدر مملكته وجعل الحضرة الإلهية قبلته ومقصده, وجعل الآخرة وطنه وقراره, والنفس مركبه والدنيا منزله واليدين والقدمين خدامه والعقل وزيره, والشهوة عامله, والغضب شحنته, والحواس جواسيسه.

Jadi barangsiapa bersungguh di dalam mangenali ciptaan yang satu ini, dia merupakan hamba sejati. Termasuk golongan ahli Hadirat Ilahi, sebagaimana firman Allah swt:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ (الذاريات:٥٦)

Artinya: “Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali supaya mereka beribadah (menyembah) pada-Ku.” (QS. Adz-Dzaariyat : 56)

Artinya, Aku ciptakan hati dan Aku beri ia kekuasaan dan pasukan serta menjadikan diri sebagai kendaraannya, sehingga di atas kendaraan itu dia dapat meninggalkan alam debu pergi menuju ketinggian paling tinggi. Kalau dia ingin melaksanakan kewajiban sebagai makhluk yang mendapatkan Hadirat Ilahi sebagai kiblat dan tujuannya, akhirat sebagai kampung halaman dan kediamannnya, diri sebagai kendaraannya, dan dunia sebagai persinggahan, kedua tangan dan kaki sebagai pelayan-pelayan akalnya, akal sebagai perdana menterinya. Nafsu sebagai pejabatnya, angkara murka sebagai petugas keamanannya dan indra sebagai mata-matanya.

وكل واحد موكل بعالم من العوالم يجمع له أحوال العوالم, وقوة الخيال فى مقدم الدباغ كالنقيب يجمع عنده أخبار الجواسيس, وقوة الحفظ فى وسط الدماغ مثل صاحب الخريطة يجمع الرقاع من يد النقيب ويحفظها إلى أن يعرضها على العقل, فإذا بلغت هذه الأخبار إلى الوزير يرى أحوال المملكة على مقتضاها.

Masing-masing diserahi tugas dengan wilayah-wilayahnya sendiri, mengumpulkan data-data situasi wilayah masing-masing tersebut bagi sang hati.

Daya khayal (imajinasi) berada di bagian depan benak, bertindak sebagai komandan yang mengumpulkan informasi dari para mata-mata sang hati. Daya ingat berada di tengah-tengah benak, sebagai pemegang administrasi yang me­ngumpulkan catatan-catatan dari tangan sang komandan dan menyimpannya sampai saat diajukan kepada sang akal.

Ketika informasi-informasi itu sampai ke perdana menteri, maka beliau pun dapat melihat keadaan sebagaimana adanya.

فإذا رأيت واحدا منهم قد عصى عليك مثل الشهوة والغضب, فعليك بالمجاهدة ولاتقصد قتلهما, لأن المملكة لاتستقر إلا بهما

Manakala kau melihat ada diantara mereka yang membelot darimu, sang nafsu atau angkara murka misalnya, maka kau harus melakukan mujahadah (menghadapinya dengan sungguh-sungguh) dan janganlah berniat mem­bunuhnya. Sebab kerajaan tidak akan stabil tanpa mereka.

فإذا فعلت ذالك كنت سعيدا, وأديت حق النعمة, ووجبت لك الخلعة فى وقتها, وإلا كنت شقيا ووجب عليك النكال والعقوبة

Kalau itu semua kau lakukan, kau akan berbahagia dan kau berarti telah menunaikan kewajiban sebagai orang yang dianugerahi kenik­mantan (telah menunaikan hak kenikmatan yang dianugerahkan padamu). Dan kaupun berhak memperoleh kehormatan pada saatnya. Kalau tidak, kau akan celaka dan mendapatkan hukuman serta siksa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *