Kegiatan Sosial
Feb 26, 2017
PELAYAN HATI
Feb 26, 2017

اعلم أنه قيل فى المثل المشهور: إن النفس كالمدينة, واليدين والقدمين وجميع الأعضاء ضياعها, والقوة الشهوانية واليها, والقوة الغضبية شحنتها, والقلب ملكها, والعقل وزيرها.

Ketahuilah ada pepatah terkenal mengatakan: “Sesungguhnya jiwa itu bagaikan kota. Kedua tangan, kedua kaki dan seluruh anggota badan adalah daerah wilayahnya. Kekuatan nafsu wali¬kotanya, kekuatan angkara murka polisinya. Sedang hati merupakan rajanya dan akal sebagai perdana menterinya.”

والملك يدبرهم حتى تستقر مملكته وأحواله, لأن الوالي وهو الشهوة كذاب فضولي مخلط, والشحنة وهو الغضب شرير قتال خراب, فإن تركهم الملك على ما هم عليه هلكت المدينة وخربت, فيجب أن يشاور الملك الوزير ويجعل الوالي والشحنة تحت يد الوزير, فإذا فعل ذالك استقرت أحوال المملكة وتعمرت المدينة.

Raja mengatur mereka semua, sehingga kerajaan dan situasinya menjadi stabil. Sebab wali-kotanya, yaitu nafsu, mempunyai watak pembohong, over acting dan suka mencampuradukkan persoalan. Polisinya, sang angkara murka, bertabiat kejam, suka berkelahi dan perusak. Kalau sang raja membiarkan mereka dalam kondisi mereka itu, maka akan hancur dan binasalah kota yang bersangkutan. Raja mesti bermusyawarah dengan perdana menteri dan menempatkan walikota dan polisi di bawah kendali perdana menteri. Bila dilakukan, keadaan kerajaan pun akan mantap dan kota pun akan maju dan makmur.

وكذالك القلب يشاور العقل ويجعل الشهوة والغضب تحت حكمه حتى تستقر أحوال النفس ويصل إلى سبب السعادة من معرفة الحضرة الإلهية.

Demikan pula hati, ia meminta pertimbangan akal dan menempatkan nafsu dan angkara murka di bawah kendali dan perintah akal, sehingga keadaan diri menjadi stabil dan dapat mencapai sebab kebahagiaannya, yaitu mengenal Hadirat Ilahi.

ولو جعل العقل تحت يد الغضب والشهوة هلكت نفسه وكان قلبه شقيا فى الآخرة

Apabila akal ditempatkan di bawah kekuasaan perintah nafsu dan angkara murka, maka binasalah jiwa. Dan hati pun akan menderita di akhirat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *