Sifat-sifat Para Nabi dan Rasul

Sifat-Sifat AlIah
May 23, 2016
Sifat-sifat Malaikat
May 25, 2016

Sifat-sifat Para Nabi dan Rasul

Allah SWT mengutus para nabi dan rasul untuk menyampaikan serta menyebarkan ajaran Islam ke muka bumi. Nabi adalah seorang manusia yang menerima wahyu dari Allah SWT, namun tidak ada perintah untuk menyampaikan kepada kaumnya. Sedangkan rasul, selain menerima wahyu ia juga diperintahkan untuk menyampaikan kepada kaumnya. Maka bisa dikatakan bahwa setiap rasul pasti nabi, tetapi tidak semua nabi itu rasul.
Sebagai utusan Allah SWT, mereka adalah manusia-manusia pilihan yang dibekali Allah SWT dengan keistimewaan-keistimewaan yang tidak terdapat pada makhluk Allah SWT yang lain.
Rasul wajib memiliki empat sifat, yakni:
1. Shidiq : artinya jujur. Setiap rasul pasti memiliki sifat ini. Dengan demikian segala ucapan dan perbuatannya dapat dipercaya. Dalam al-Qur’an dijelaskan:

وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّهُ كَانَ صِدِّيقًا نَبِيًّا

“Ceritakanlah (hai Muhammad) kisah Ibrahim di dalam al-Kitab (al- Qur’an) ini. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat jujur lagi seorang Nabi.” QS. Maryam: 41.

Setiap Rasul pasti jujur dalam pengakuan atas kerasulannya. Dan apa yang disampaikan pasti benar adanya, karena bersumber dari Allah SWT. Al-Qur’an menjelaskan:

وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى إِنْ هُوَ إِلا وَحْيٌ يُوحَى

“Dan tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” (QS. An-Najm : 34).
Kebalikan dari sifat ini adalah kidzb (dusta). Sifat dusta tentu mustahil bagi para Rasul.

2. Tabligh : artinya menyampaikan. Setiap rasul pasti menyampaikan apa yang telah diwahyukan oleh Allah SWT kepadanya. Dalam al-Qur’an disebutkan:

أُبَلِّغُكُمْ رِسَالاتِ رَبِّي وَأَنْصَحُ لَكُمْ وَأَعْلَمُ مِنَ اللَّهِ مَا لا تَعْلَمُونَ

“Aku sampaikan kepadamu amanat-amanat Tuhanku dan aku memberi nasehat kepadamu, dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kalian ketahui.” (QS. al-A’raf : 62).
Kebalikan dari sifat ini adalah kitman (menyembunyikan). Para Rasul mustahil menyimpan apapun yang telah diwahyukan kepadanya.

3. Amanah : artinya dapat dipercaya. Setiap ucapan dan perbuatan seorang rasul itu dapat dipercaya, karena setiap rasul tidak mungkin melakukan segala macam bentuk kemaksiatan. Iapun tidak memiliki sifat-sifat buruk seperti hasud, riya’, sombong, dusta dan lain sebagainya.
Kebalikan dari sifat ini adalah khiyanah (tidak dapat dipercaya). Sifat ini juga mustahil bagi para rasul.

4. Fathanah : artinya cerdas. Sudah barang tentu utusan Allah harus mempunyai kemampuan dan strategi khusus dalam menyampaikan sebuah risalah agar risalahnya dapat diterima kaumnya dengan baik. Dalam al Qur’an disebutkan:

قَالُوا يَا نُوحُ قَدْ جَادَلْتَنَا فَأَكْثَرْتَ جِدَالَنَا فَأْتِنَا بِمَا تَعِدُنَا إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَ

“Mereka berkata: “Hai Nuh! sesungguhnya kamu telah berbantah dengan kami, dan kamu telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka datangkanlah kepada kami azab yang kamu ancamkan kepada kami, jika kamu temasuk orang-orang yang benar.” QS. Hud : 32.
Kebalikan dari sifat ini adalah baladah (bodoh). Para rasul tidak mungkin atau mustahil punya sifat bodoh, karena bagaimana mungkin wahyu akan dapat disampaikan oleh orang yang bodoh.

Mujadalah adalah sebuah kemampuan dalam menjelaskan suatu penjelasan dengan argumen-argumen yang bisa diterima oleh akal. Dan itu hanya bisa dilakukan oleh orang yang memiliki sifat fathanah sebagaimana apa yang dimiliki oleh para rasul Allah.
Sifat Jaiz Para Rasul
Adalah boleh bagi para rasul mengalami kejadian yang dialami oleh manusia yang lain, seperti lapar, haus, keinginan untuk beristri, sakit yang tidak mengurangi derajat kerasulan mereka, karena itu semua adalah fitrah kemanusiaan.
Sebagaimana para malaikat, yang selalu patuh kepada perintah Allah SWT, dan tidak pernah sekalipun melanggar larangan Allah SWT, maka para nabi dan rasul Allah SWT juga demikian. Mereka adalah orang-orang yang dijaga Allah SWT dari perbuatan dosa. Para nabi dan Rasul adalah orang yang selalu melaksanakan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-larangannya.
Para nabi dan rasul terjaga dari terjerumus ke dalam segala bentuk perbuatan dosa, sejak mereka masih kecil, sampai diangkat menjadi nabi dan rasul Allah SWT.
Dua Puluh Lima Rasul yang Wajib diketahui.
Rasul atau ustusan Allah SWT itu sangat banyak. Sebagian Ulama’ ada yang mengatakan jumlah rasul itu mencapai 313 rasul. Sedang jumlah nabi mencapai 124.000. namun yang wajib diketahui oleh umat Muhammad saw adalah berjumlah 25 yakni:

1. Nabi Adam as
2. Nabi Idris as
3. Nabi Nuh as
4. Nabi Hud as
5. Nabi Saleh as
6. Nabi Ibrahim as
7. Nabi Luth as
8. Nabi Isma’il as
9. Nabi Ishaq as
10. Nabi Ya’qub as
11. Nabi Yusuf as
12. Nabi Ayyub as
13. Nabi syu’aib as
14. Nabi Harun as
15. Nabi Musa as
16. Nabi Ilyasa’
17. Nabi Dzul Kifli as
18. Nabi Dawud as
19. Nabi Sulaiman as
20. Nabi Ilyas as
21. Nabi Yunus as
22. Nabi Zakariya as
23. Nabi Yahya as
24. Nabi Isa as
25. Nabi Muhammad saw

Nabi Muhammad saw adalah nabi terakhir di mana hal dijelaskan di dalam al Quran surah al-Ahzab ayat 40 yang berbunyi:

مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا

“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi Dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. dan adalah Allah Maha mengetahui segala sesuatu.”

2 Comments

  1. Web Hosting says:

    Sifat Jaiz artinya sifat-sifat yang sama sebagaimana manusia semestinya, contohnya yaitu makan, minum, tidur, dan lain sebagainya. Ulul Uzmi adalah gelar yang diberikan kepada nabi dan rasul pilihan yang memiliki tingkat kesabaran dan ketabahan luar biasa.

Leave a Reply to zainalabidin Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *