Mengenal Nabi Muhammad saw dan Keluarga serta Para Sahabatnya

Beriman pada Hari Kiamat
May 25, 2016
MP3 Kitab Puasa
Jun 2, 2016

Mengenal Nabi Muhammad saw dan Keluarga serta Para Sahabatnya

Siapakah nabi Muhammad saw itu?
Nabi Muhammad saw adalah utusan Allah SWT sekaligus nabi terakhir untuk seluruh alam tidak hanya untuk manusia tetapi untuk seluruh makhluk Allah SWT yang ada di jagat raya ini. Dalam Al Quran ditegaskan:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

“Dan Tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” QS. Al Anbiya’: 107

Syariat Nabi Muhammad saw tidak hanya berlaku bagi orang Arab saja, akan tetapi untuk seluruh umat manusia. Beda halnya dengan syariat nabi sebelumnya yang hanya berlaku pada waktu dan untuk umat tertentu saja. Ajaran Islam juga rahmat bagi seluruh alam dengan adanya kepedulian dari agama untuk menjaga lingkungan hidup dan tidak boleh merusak serta mengganggu semua makhluk Allah yang ada di muka bumi.
Salah satu bentuk rahmat Allah SWT kepada umat Nabi Muhammad saw adalah ditangguhkannya siksa bagi orang-orang yang melanggar aturan Allah SWT, hingga nanti di akhirat. Tidak seperti yang dialami umat nabi sebelumnya yang langsung menerima adzab di dunia atas pelanggaran yang mereka lakukan, seperti yang menimpa kaum Nabi Luth as, Nabi Nuh as dan lainnya.
Selain itu umat muslim wajib meyakini bahwa Nabi Muhammad saw adalah makhluk Allah SWT yang paling mulia. Para ulama menegaskan bahwa diantara 25 rasul Allah SWT yang wajib diketahui, ada 5 yang paling utama. Mereka mendapat gelar ulul ‘azmi yaitu, Nabi Muhammad saw, Nabi Ibrahim as, Nabi Musa as, Nabi Isa as dan Nabi Nuh as. Dan Nabi Muhammad saw adalah yang paling utama dari ulul ‘azmi tersebut.
Kemuliaan Nabi Muhammad saw karena keistimewaan syariat yang dibawa agama Islam yang dibawa Nabi Muhammad saw adalah menyempurnakan ajaran nabi-nabi sebelumnya sesuai dengan fitrah manusia dan tidak membebani mereka dengan sesuatu diluar kemampuannya. Akhlak dan kepribadian yang dimiliki juga menjadi salah satu penyebab keutamaan Nabi Muhammad saw. Keluhuran akhlak Nabi Muhammad saw ditegaskan langsung dalam al-qur’an pada Surah Al Qalam ayat 4:

وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ

“Dan Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” QS. Al Qalam: 4
dan dalam sebuah hadis riwayat Aisyah disebutkan:

dari ‘Aisyah ra, ia berkata; “Rasulullah saw bersabda; sesungguhnya orang yang paling baik di antara kalian adalah yang paling baik kepada keluarga (istri)nya. Dan Aku adalah orang yang paling baik kepada keluargaku”

Keluarga Nabi Muhammad saw
Garis keturunan nabi Muhammad saw adalah dari golongan suku Quraisy, yakni suatu kelompok yang sangat disegani di tanah Mekah. Ayah beliau adalah Abdullah bin Abdul Muthalib Bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah. Sedangkan ibunya bernama Aminah binti Wahb bin Abdi Manaf bin Zuhrah bin Kilab. Jadi nasab ayah dan ibu Nabi Muhammad saw bertemu pada kakeknya yang bernama Kilab. Sedangkan yang menyusui Nabi Muhammad saw bernama Halimah binti Abi Dzuaib al Sa’diyah.

Biografi Nabi Muhammad saw
Nabi Muhammad saw lahir di Mekah yang aman dan meninggal dunia di Thaibah yaitu Madinah. Umur Nabi Muhammad saw adalah 40 tahun saat menerima wahyu. Sedangkan usia Nabi Muhammad saw pada saat wafatnya melebihi 60 tahun yakni 63 tahun.

Putra-putri Nabi Muhammad saw
Nabi Muhammad saw mempunyai tujuh putra, diantara mereka adalah Sayyid Qasim dan Sayyid Abdullah yang menyandang gelar at-Thayyib dan ath-Thahir lalu sayyid Ibrahim yang lahir dari budak perempuan Nabi Muhammad saw, yaitu Maria al Qibtiyah. Selain Sayyid Ibrahim putra putri Nabi Muhammad saw lahir dari Sayyidah Khadijah ra. Mereka semua berjumlah enam
Empat putri Nabi Muhammad saw adalah:
1. Sayyidah Fathimah az-Zahra’ ra istri dari Sayyid Ali sekaligus ibu dari Sayyidina Hasan ra dan Husein ra
2. Sayyidah Zainab ra
3. Sayyidah Ruqayyah ra
4. Sayyidah Ummi Kultsum ra

Istri-istri Nabi Muhammad saw
Nabi Muhammad saw wafat dengan meninggalkan sembilan istri. Mereka adalah perempuan perempuan yang mulia. Kesetiaan mereka telah terbukti dengan menjadi pendamping Nabi Muhammad saw dalam suka maupun duka. Mereka lebih memilih menjadi istri Nabi Muhammad saw dari pada bergelimang harta dan kemewahan dunia. Di dalam Al Quran mereka diabadikan melalui sebuah ayat berikut:

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأزْوَاجِكَ إِنْ كُنْتُنَّ تُرِدْنَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا فَتَعَالَيْنَ أُمَتِّعْكُنَّ وَأُسَرِّحْكُنَّ سَرَاحًا جَمِيلا وَإِنْ كُنْتُنَّ تُرِدْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَالدَّارَ الآخِرَةَ فَإِنَّ اللَّهَ أَعَدَّ لِلْمُحْسِنَاتِ مِنْكُنَّ أَجْرًا عَظِيمًا

“Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu: “Jika kamu sekalian menginginkan kehidupan dunia dan perhiasannya, maka Marilah kalian aku beri mut’ah (sebuah pemberian tanda perceraian) dan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik. Dan jika kamu sekalian menghendaki (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya serta (kesenangan) di negeri akhirat, maka sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa yang berbuat baik di antara kalian pahala yang besar.” QS. Al Ahzab: 28-29

Mereka adalah istri-istri nabi, perempuan-perempuan terbaik yang menjadi Ibu dari seluruh umat muslim. Oleh karena itulah umat muslim wajib menghormati mereka, mendoakan dan membacakan shalawat kepada mereka.

Paman-paman Nabi Muhammad saw
Adapun paman-paman nabi itu antara lain adalah Sayyidina Hamzah ra, Sayyidina Abbas ra. Sedang bibinya adalah Shofiyah yang sangat taat kepada Allah SWT.

Sahabat-sahabat Nabi Muhammad saw
Menghormati para sahabat Nabi Muhammad saw adalah wajib bagi seluruh umat Nabi Muhammad saw.
Yang dimaksud dengan sahabat Nabi Muhammad saw adalah orang-orang yang pernah melihat Nabi saw dalam keadaan Islam dan meninggal dunia tetap dalam keislamannya.
Sahabat adalah orang-orang yang mulia dan selalu dalam petunjuk Allah SWT. Di antara mereka ada yang telah dijamin masuk surga. Mereka adalah orang-orang yang memiliki keimanan yang kokoh, rela mengorbankan harta bahkan nyawa demi agama Allah SWT, taat beribadah kepada Allah SWT dengan sepenuh hati, bersujud demi mengabdi kepada Allah SWT. Allah SWT berfirman:

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ

“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia, adalah tegas terhadap orang-orang kafir, tetapi saling mengasihi sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya. Tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud”. QS. Al Fath: 29

Setiap muslim wajib menghormati para sahabat Nabi Muhammad saw, khususnya Khulafa’ur Rasyidin yang empat, yaitu Sayyidina Abu Bakar ra, Sayyidina Umar ra, Sayyidina Utsman ra dan Sayyidina Ali ra.
Perlu diketahui bahwa terdapat pertalian darah antara Nabi Muhammad saw dengan para Khulafa’ur Rasyidin. Misalnya Sayyidina Utsman ra yang merupakan putra dari sahabat Nabi Muhammad saw yang bernama al Baidha’ binti Abdul Muththalib. Sedangkan Sayyidina Ali ra adalah sepupu Nabi Muhammad saw putra paman Nabi yang bernama Abu Thalib.
Di samping itu, keduanya merupakan menantu Nabi Muhammad saw. Sayyidina Utsman ra menikah dengan dua putri Rasul secara bergantian, yakni Sayyidah Ruqayyah ra dan Sayyidah Ummi Kultsum ra. Sedangkan Sayyidina Ali ra menikah dengan Sayyidah Fathimah ra. Begitu pula dengan Sayyidina Abu Bakr ra dan Sayyidina Umar ra yang merupakan mertua Nabi Muhammad saw. Nabi Muhammad saw menikah dengan Siti Aisyah binti Abu Bakr dan Siti Hafshah binti Sayyidina Umar ra.
Inilah salah satu alasan mengapa Nabi Muhammad saw sangat mencintai para sahabatnya. Nabi Muhammad tidak segan-segan memuji para sahabatnya dan menyebutnya sebagai generasi terbaik Islam.

عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا : قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَيْرُكُمْ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ. رواه البخاري

Dari Imran bin Hushaen ra, ia berkata; Nabi saw bersabda: sebaik-baik generasi adalah generasiku, kemudian generasi sesudahnya lalu generasi sesudahnya”. HR. Bukhari

Kecintaan itu juga ditunjukkan oleh Ahlul Bait atau keluarga Nabi Muhammad saw kepada para sahabat. Begitu pula para sahabat yang sangat mencintai dan menghormati keluarga Nabi. Musibah perselisihan yang terjadi pada sebagian sahabat tidak dapat dijadikan ukuran kalau di antara para sahabat tidak terjalin persaudaraan yang sangat erat. Justru sebaliknya, jalinan kemesraan yang bertaut di hati mereka, ibarat cinta bersambut.
Indahnya pergaulan antara keluarga dan sahabat nabi Muhammad saw harus diteladani oleh umat Islam. Hal ini terungkap dari tutur kata dan perbuatan mereka yang menunjukkan hal tersebut. Misal perkataan Sayyidina Ali ra tentang Sayyidina Abu Bakr:

إِنَّ خَيْرَ هَذِهِ الأُمَّةِ بَعْدَ نَبِيِّهَا أَبُوْ بَكْرٍ وَعُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا

“Sesungguhnya umat yang paling baik setelah nabinya adalah sahabat Abu Bakr ra dan Umar.” Asy Syafi, Juz 2, Hal. 428
Semua sahabat Nabi Muhammad saw secara umum selalu mengikuti jalan kebenaran yakni petunjuk nabi. Sehingga kita tidak boleh mencaci mereka sedangkan sahabat yang paling utama menurut Ahlussunnah Wal Jamaah adalah sesuai urutan berikut ini Abu Bakar ra, Umar ra, Utsman ra, Ali ra kemudian sisa sepuluh sahabat yang dikabarkan akan masuk surga oleh Nabi Muhammad saw yaitu, Thalhah bin Ubaidillah ra, Zubair bin Awwam ra, sa’ad bin Abi Waqqash ra, Sa’id bin Zaid ra, Abdurrahman bin Auf ra dan Abu Ubaidah al Jarrah ra.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *