Ilmu Tauhid berikut Dasar-dasarnya

JU’ALAH [SAYEMBARA]
Mar 3, 2016
Sifat-Sifat AlIah
May 23, 2016

Ilmu Tauhid berikut Dasar-dasarnya

Ilmu Tauhid adalah ilmu yang menduduki peringkat tertinggi di atas ilmu-ilmu yang lain karena ilmu ini adalah ilmu yang membahas tentang ke-esaan Dzat, Asma’ dan Sifat Tuhan. Dan bertauhid adalah syarat utama bagi diterimanya amal seseorang. Maka tidak akan diterima amal seseorang apabila ia belum bertauhid.

Penejelasan mengenai Ilmu Tauhid ini diterangkan di dalam banyak kitab di antaranya adalah kitab “Aqidatul Awam” karya Sayyid al-Marzuqi, sebuah kitab kecil yang cukup populer di kalangan pesantren salaf berisi uraian tentang pokok-pokok keyakinan dalam Islam yang biasa disebut dengan “Aqa’id Limapuluh”. Materinya berbentuk sya’ir atau nazham.

Ini perlu diketengahkan kepada para pembaca, karena ini adalah kewajiban pertama bagi setiap insan, sebagaimana keterangan dalam kitab “Ghayatul Bayan” karya Ibnu Ruslan.

أَوَّلُ وَاجِبٍ عَلَى اْلإِنْسَانِ مَعْرِفَةُ اْلإِلَهِ بِاسْتِقَانٍ

Pertama-tama yang wajib bagi manusia adalah mengenal Allah dengan yakin, yang diartikan dengan “Aqa’id al-Khomsin” beserta dalil-dalilnya.

Definisi Ilmu tauhid

عِلْمُ التَّوْحِيْدِ عِلْمٌ يُقْتَدَرُ بِهِ عَلَى إِثْبَاتِ الْعَقَائِدِ الدِّيْنِيَّةِ مِنْ أَدِلَّتِهَا الْيَقِيْنِيَّةِ

Ilmu Tauhid adalah ilmu yang dapat memperkokoh ‘aqidah-‘aqidah agama dengan dalil-dalil yang pasti. (Al-Bajuri, Tuhfatul Murid, hlm. 38)

Disebut IImu Tauhid karna di dalamnya membahas tentang ke-esaan Allah dan pembuktiannya. Kadangkala Ilmu ini disebut Ilmu Ushuluddin, oleh karena di dalamnya terdapat penjelasan tentang pokok-pokok keyakinan dalam agama Islam. Ilmu ini juga dinamakan Ilmu Kalam, karena di dalam menjelaskan dan membuktikan ke-esaan Tuhan itu, memerlukan pembicaraan yang benar.

Pentingkah Belajar Ilmu Tauhid?

Belajar Ilmu Tauhid adalah sangat penting karena ilmu ini merupakan pondasi bagi keberagamaan seseorang dan benteng yang kokoh untuk memelihara ‘aqidah Muslim dari berbagai bentuk kesesatan.

Kita seringkali mendengar terjadinya berbagai penyimpangan berfikir, berkata maupun bertindak. Hal itu terjadi karena jauhnya pemahaman yang benar tentang dasar-dasar ‘aqidah Islam yang benar.

Prinsip-prinsip ‘aqidah ketauhidan adalah ajaran yang dibawa oleh para utusan Allah sejak zaman dahulu. Dan wajib untuk diyakini oleh setiap Muslim, sebagaimana firman Allah SWT:

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلا أَنَا فَاعْبُدُونِ

“Dan Kami tidak mengutus seorang Rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, Maka sembahlah olehmu sekalian akan aku”. Qs: al-Anbiya’ : 25.
Telah dimaklumi dalam ajaran agama, bahwa semua amal saleh yang dilakukan oleh seseorang dengan penuh ketulusan hanya akan diterima oleh Allah SWT apabila didasari dengan ‘aqidah Islam yang benar yang menjadi bahasan Ilmu Tauhid ini. Karena penyimpangan dari ‘aqidah yang benar berarti penyimpangan dari keimanan yang murni kepada Allah. Dan penyimpangan dari keimanan adalah bentuk kekufuran kepada Allah SWT. Sedangkan Allah SWT tidak akan menerima amal baik yang dilakukan oleh orang yang tidak beriman, berapa pun banyaknya amal yang dia kerjakan. Dalam hal ini Allah SWT berfirman:

وَمَنْ يَرْتَدِدْ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُولَئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

“Barangsiapa yang murtad di antar kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam keadaan tidak beriman, maka amal mereka itu sia-sia di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, kekal di dalamnya.” (QS. al-Bagarah: 217).

Apakah arti Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah?

Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah terbentuk dari tiga kata.

1.Ahl, berarti keluarga, golongan atau pengikut.
2.As-Sunnah, yaitu segala sesuatu yang telah diajarkan oleh Rasulullah, baik berupa perbuatan, ucapan maupun pengakuan Rasulullah.
3.Al-Jama’ah, yakni apa yang telah disepakati oleh para sahabat Rasulullah pada masa kekhalifan sahabat Abu Bakar ra, Umar bin al-Khatthab ra, Utsman bin Affan ra, dan Ali bin Abi Thalib ra).

Pada hakikatnya ajaran Nabi tentang ‘aqidah itu sudah disebutkan dalam al-Quran dan as-Sunnah. Akan tetapi masih belum tersusun secara sistematis. Baru pada masa Imam Abul Hasan al-Asy’ari yang lahir di Bashra tahun 260 H dan wafat pada tahun 324 H, juga Imam Abu Mansur al-Maturidi yang lahir di Maturid, Samarkand, Uzbekistan, dan wafat pada tahun 333 H, Ilmu Tauhid dirumuskan secara sistematis dengan tujuan agar mudah dipahami oleh kaum Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Karena itulah panyebutan Ahlussunnah wal Jama’ah selalu dikaitkan dengan kedua ulama besar tersebut.

Hukum Akal (‘Aqli)

Berbicara mengenai Ilmu Tauhid tentu tidak lepas dari apa yang disebut dengan hukum akal. Apabila kita menerima sesuatu keterangan atau informasi, maka akal kita tentu akan menerima informasi tersebut dengan beberapa pilihan berikut:
a.Membenarkan dan mempercayai keterangan atau informasi tersebut. Ini disebut wajib aqli, atau
b.mengingkari dan tidak mempercayai keterangan atau informasi tersebut. Yang ini disebut muhal aqli, atau
c.menganggap mungkin akan terjadi dan tidaknya keterangan atau informasi tersebut. Ini disebut Jaiz Aqli.

Berbeda dengan hukum adat (kebiasaan). Ini bukan tergolong hukum akal. Dalam kejadian semisal kayu yang terbakar oleh api. Menurut pendapat akal, kejadian tersebut masih harus disebut hal yang mungkin terjadi, dan mungkin juga tidak, dengan mengetahui beberapa sebab musababnya. Beda dengan contoh 2×2, maka akal akan membenarkan dan mempercayai bahwa angka 4 adalah jumlah yang benar dari perkalian 2 dengan 2 tersebut.

Di dalam ilmu Tauhid ada penejelasan tentang hawadits. Apa itu hawadits?

Hawadits adalah segala sesuatu yang asalnya tidak ada kemudian menjadi ada. Dengan berubahnya sifat, dari tidak ada menjadi ada, maka akal dapat memutuskan dengan pendapatnya, bahwa sesuatu tersebut adalah barang baru. Dengan demikian alam dan segala isinya ini, adalah termasuk hawadits, karena ia berasal dari ketiadaan.

2 Comments

  1. risma says:

    Syukron akh atas artikelnya yang sangat bermanfaat. Semoga kita senantiasa dilimpahkan rahmat dari Allah SWT. Simak tentang dasar-dasar ilmu tauhid di web saya ya akh transparan.org

    • Zainal Abidin says:

      Assalamu alaikum Wr.
      In sya’allah … Semoga kita bisa saling memberi manfaat antar sesama.
      خير الناس انفعهم للناس
      Wassalamu alaikum Wr. Wb.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *