Beriman pada Hari Kiamat

Kitab-kitab Allah
May 25, 2016
Mengenal Nabi Muhammad saw dan Keluarga serta Para Sahabatnya
May 25, 2016

Beriman pada Hari Kiamat

Bagi umat muslim wajib beriman atau mempercayai adanya hari kiamat dan sesuatu yang berhubungan dengannya. Dalam masalah iman kepada hari kiamat ini ada beberapa hal yang harus diyakini oleh seorang mukmin yakni siksa dan nikmat kubur, hari mahsyar, hisab, surga, neraka dan lain sebagainya.

Beriman pada nikmat dan siksa kubur

Kematian adalah sebuah keniscayaan. Ia akan menjemput setiap manusia maupun makhluk hidup yang lain. Dan apabila kematian telah menjemputnya, maka tidak akan ada siapapun yang dapat menghindar darinya, maju ataupun mundur dari kematian tersebut. Allah SWT berfirman:

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلا يَسْتَقْدِمُونَ

“Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu. Maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya.” QS. Al A’raf: 34

Dan setelah seseorang dikuburkan, Allah SWT mengembalikan ruh orang tersebut kemudian datanglah dua malaikat yaitu Munkar dan Nakir yang ditugaskan oleh Allah SWT menanyakan beberapa hal kepadanya. Kedua malaikat itu akan bertanya kepadanya tentang Tuhan, nabi, agama, kiblat, dan saudaranya.
Orang-orang yang dapat menjawab pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir adalah mereka yang selama hidupnya selalu berbuat kebaikan, banyak beribadah kepada Allah SWT serta menolong sesama manusia. Allah berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلائِكَةُ أَلا تَخَافُوا وَلا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan Kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, Maka Malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.” QS. Fushshilat: 30

Sedangkan orang-orang yang selama hidupnya selalu diisi dengan kedurhakaan dan tindakan yang menyengsarakan sesama akan mendapatkan siksa dalam kuburnya. Dalam hal ini, siksa kubur dibagi menjadi dua:
Pertama : siksa kubur yang berlangsung terus-menerus sampai hari kiamat yaitu untuk orang yang tidak beriman kepada Allah SWT dan rasulnya serta orang-orang yang selalu berbuat dosa besar. Sebagaimana disebutkan di dalam Al Qur’an:

النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوا آلَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ

“Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras”.” QS. Al Mukmin: 46

Kedua : siksa kubur yang berlaku sementara. yakni siksa kubur yang diterima oleh orang mukmin yang melakukan kemaksiatan. Ia disiksa sesuai dosa yang dilakukan di dunia. Siksa ini bisa diringankan atau bahkan dihentikan, jika apa yang ia terima sudah dianggap cukup untuk menebus dosa yang pernah dilakukan atau ada doa dan permohonan ampunan atau kiriman pahala shadaqah, bacaan al Qur’an dan lain-lainnya, yang dipanjatkan oleh sanak keluarganya, famili dan teman-temannya yang masih hidup.
Sebagai bentuk kepedulian kepada mereka, kaum muslim yang masih hidup sebaiknya senantiasa mendoakan keluarga terutama kedua orang tua sahabat atau seluruh kaum muslimin yang telah meninggal dunia agar mereka dapat menjalani kehidupan alam kubur dengan tenang dan bahagia.
Berkaitan dengan siksa kubur, adakah dalil dalam Al Quran dan hadis yang menerangkan tentang siksa kubur?
Keyakinan tentang adanya siksa kubur ini telah dijelaskan dalam hadits shahih berikut ini:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِّيَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَدْعُوْ : اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ وَفِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ. رواه البخاري ومسلم

“Dari Abu Hurairah ra, bahwa Nabi Muhammad saw berdo’a: Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, api neraka, fitnah kehidupan dan kematian dan dari keburukan Dajjal.” HR. Bukhari dan Muslim.

Hari kiamat adalah hancurnya bumi dan seluruh alam semesta. Bumi dan seluruh alam semesta berikut semua penghuninya akan hancur serta binasa. Semua makhluk bernyawa akan menemui kematian. Bumi hancur, langit runtuh dan air laut tumpah. Semua orang bertanya-tanya apa yang sedang terjadi? Hal ini sebagaimana digambarkan di dalam al-Qur’an:

إِذَا زُلْزِلَتِ الأرْضُ زِلْزَالَهَا وَأَخْرَجَتِ الأرْضُ أَثْقَالَهَا وَقَالَ الإنْسَانُ مَا لَهَا يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا

“Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat). Dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya. Dan manusia bertanya: “Mengapa bumi (menjadi begini)?”. Pada hari itu bumi menceritakan beritanya.” QS. Az Zalzalah: 1-4

Hari kiamat pasti akan terjadi, namun tidak seorangpun yang dapat mengetahui waktu terjadinya kiamat secara pasti. Manusia dengan segala perangkat ilmu dan teknologi yang dimilikinya tidak akan pernah mampu memastikan kapan terjadinya hari kiamat tersebut. Hanya Allah SWT yang mengetahuinya. Sebagaimana firman Allah SWT:

يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّي لا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَا إِلا هُوَ ثَقُلَتْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ لا تَأْتِيكُمْ إِلا بَغْتَةً يَسْأَلُونَكَ كَأَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَا قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لا يَعْلَمُونَ

“Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: “Bilakah terjadinya?” Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba”. Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak Mengetahui”.” QS. Al A’raf: 187

Manusia hanya diberi pengetahuan tentang tanda-tanda terjadinya kiamat tersebut, agar kita selalu waspada dan terus meningkatkan keimanan kepada Allah SWT. Umumnya tanda kiamat dibagi menjadi dua bagian:
Pertama : Tanda-tanda kecil. Yakni sebagaimana disebutkan dalam beberapa hadits. Diantaranya adalah ketika Nabi Muhammad saw ditanya oleh malaikat Jibril tentang hari kiamat. Nabi Muhammad saw menjawab:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ما المسؤول بأعلم من السائل, سأخبرك عن أشراطها إذا ولدت الأمة ربها وإذا تطاول رعاة الإبل البهم في البنيان. رواه البخاري

“Dari Abu Hurairah ra, Nabi Muhammad saw bersabda kepada orang bertanya tentang hari kiamat, “Orang yang ditanya tentang hari kiamat tidak lebih tahu dari yang bertanya. Tetapi saya akan memberitahu tentang tanda-tandanya. Yakni apabila budak wanita telah melahirkan tuannya, jika penggembala unta berlomba-lomba meninggikan bangunan.” HR. Bukhari
Tanda-tanda yang lain misalnya pendeknya waktu, berkurangnya amal, munculnya berbagai fitnah, banyaknya pembunuhan, pelacuran, kefasikan dan lain sebagainya.
Kedua, tanda-tanda besar, yakni keluarnya Dajjal, turunnya Nabi Isa, munculnya matahari dari arah barat, munculnya Al Mahdi, dabbah (binatang ajaib) dan lain sebagainya.
Hari kiamat berlangsung sangat cepat ditandai dengan tiupan sangkakala dari malaikat Israfil dan matinya seluruh makhluk hidup. Mereka tetap dalam keadaan seperti itu untuk masa tertentu sebelum akhirnya dibangkitkan dari alam kubur.

Beriman Pada Hari Kebangkitan, Padang Mahsyar dan Shirath
Yang dimaksud beriman pada hari kebangkitan adalah kita wajib meyakini bahwa Allah SWT akan membangkitkan orang-orang yang ada di dalam kuburan. Mereka kemudian dikumpulkan pada suatu tempat untuk melakukan perhitungan amal (Hisab). Allah SWT berfirman:

ثُمَّ إِنَّكُمْ بَعْدَ ذَلِكَ لَمَيِّتُونَ ثُمَّ إِنَّكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ تُبْعَثُونَ

“Kemudian, sesudah itu, Sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati. Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di hari kiamat.” QS al Mukminun: 15-16

Kebangkitan manusia dari alam kubur ditandai dengan tiupan sangkakala yang kedua setelah itu seluruh manusia dikumpulkan di suatu tempat yang dinamakan mahsyar untuk ditimbang amal baik dan buruknya semasa ia hidup di dunia.

يَوْمَ تَشَقَّقُ الأرْضُ عَنْهُمْ سِرَاعًا ذَلِكَ حَشْرٌ عَلَيْنَا يَسِيرٌ

“pada hari bumi terbelah-belah menampakkan mereka (lalu mereka ke luar) dengan cepat. yang demikian itu adalah pengumpulan yang mudah bagi kami.” QS. Qaf: 44

Allah SWT juga berfirman:

هُنَالِكَ تَبْلُو كُلُّ نَفْسٍ مَا أَسْلَفَتْ وَرُدُّوا إِلَى اللَّهِ مَوْلاهُمُ الْحَقِّ وَضَلَّ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَفْتَرُونَ

“Di tempat itu (padang Mahsyar), tiap-tiap diri merasakan pembalasan dari apa yang telah dikerjakannya dahulu dan mereka dikembalikan kepada Allah pelindung mereka yang sebenarnya dan lenyaplah dari mereka apa yang mereka ada-adakan.” QS. Yunus: 30

Di tengah penantian panjang di padang mahsyar itu masing-masing orang hanya memikirkan dirinya sendiri tidak ada waktu bagi seseorang untuk memikirkan orang lain. Firman Allah SWT dalam ayat lain:

وَبَرَزُوا لِلَّهِ جَمِيعًا فَقَالَ الضُّعَفَاءُ لِلَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا إِنَّا كُنَّا لَكُمْ تَبَعًا فَهَلْ أَنْتُمْ مُغْنُونَ عَنَّا مِنْ عَذَابِ اللَّهِ مِنْ شَيْءٍ قَالُوا لَوْ هَدَانَا اللَّهُ لَهَدَيْنَاكُمْ سَوَاءٌ عَلَيْنَا أَجَزِعْنَا أَمْ صَبَرْنَا مَا لَنَا مِنْ مَحِيصٍ

“Dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) akan berkumpul menghadap ke hadirat Allah, lalu berkatalah orang-orang yang lemah kepada orang-orang yang sombong: “Sesungguhnya Kami dahulu adalah pengikut-pengikutmu, Maka dapatkah kamu menghindarkan daripada Kami azab Allah (walaupun) sedikit saja? mereka menjawab: “Seandainya Allah memberi petunjuk kepada Kami, niscaya Kami dapat memberi petunjuk kepadamu. sama saja bagi kita, Apakah kita mengeluh ataukah bersabar. sekali-kali kita tidak mempunyai tempat untuk melarikan diri”.” QS. Ibrahim: 21
Kecuali Nabi Muhammad saw yang dengan keagungan dan kemuliaan yang diberikan Allah SWT kepadanya, mampu memberikan syafa’at atau pertolongan kepada seluruh umat manusia. Dalam sebuah hadits diberitahukan bahwa pada saat umat manusia kebingungan karena suasana hiruk pikuk yang terjadi. Manusia mendatangi Nabi Adam as meminta bantuan agar apa yang terjadi di padang mahsyar segera usai. Namun Nabi Adam as tidak menyanggupinya. Begitu pula dengan para nabi yang lain. Akhirnya umat manusia mendatangi Nabi Muhammad saw untuk meminta syafa’at dan Nabi Muhammad pun berkenan memberikan syafa’atnya.
Setelah itu masing-masing orang diadili di hadapan Allah SWT. Mereka tidak akan berdusta di hadapan Allah SWT. Sebagaimana yang telah difirmankan oleh Allah SWT:

الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَى أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

“Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka lakukan.” QS.Yasin: 65
Kemudian manusia diberi kitab yang berisi catatan amal perbuatannya selama di dunia. Orang yang menerima kitab tersebut dengan tangan kanannya, maka ia akan mendapatkan kebahagiaan di akhirat. Sedangkan mereka yang menerima kitab itu dengan tangan kiri atau dari balik punggung, mereka akan menyesal dan begitu sedih karena siksa yang teramat pedih sudah di depan mata. Dalam hal ini Allah berfirman:

فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَابًا يَسِيرًا وَيَنْقَلِبُ إِلَى أَهْلِهِ مَسْرُورًا وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ وَرَاءَ ظَهْرِهِ فَسَوْفَ يَدْعُو ثُبُورًا وَيَصْلَى سَعِيرًا

“Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah. Dan dia akan kembali kepada kaumnya (yang sama-sama beriman) dengan gembira. Adapun orang-orang yang diberikan kitabnya dari belakang, maka dia akan berteriak: “Celakalah aku”. Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).” QS. Al Insyiqaq: 7-12
Amal baik dan buruk manusia ditimbang sebagai vonis akhir untuk menentukan apakah seseorang akan masuk surga atau terjerumus ke dalam neraka. Allah SWT berfirman:

وَالْوَزْنُ يَوْمَئِذٍ الْحَقُّ فَمَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ وَمَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَئِكَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ بِمَا كَانُوا بِآيَاتِنَا يَظْلِمُونَ

“Timbangan pada hari itu ialah kebenaran (keadilan). Maka Barangsiapa berat timbangan kebaikannya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung. Dan siapa yang ringan timbangan kebaikannya, maka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, disebabkan mereka selalu mengingkari ayat-ayat kami.” QS. Al A’raf:8-9

Di sini setiap manusia yang ketika hidup di dunia selalu menjalankan perintah Allah SWT dan rasulnya, beramal saleh untuk kebaikan seluruh manusia, akan merasakan air dari telaga Nabi Muhammad saw. Dalam beberapa hadits diceritakan bahwa luas dan panjang telaga itu sama. Setiap sisi panjangnya 1 bulan perjalanan. Airnya berasal dari telaga Al Kautsar. Di tengahnya terdapat dua pancuran dari surga. Airnya lebih putih dari susu dan lebih dingin dari es. Lebih manis daripada madu dan lebih wangi dari minyak kasturi. Cangkir-cangkirnya sebanyak bintang di langit. Orang yang meminum airnya tidak akan haus selama-lamanya.
Setelah melalui proses padang mahsyar, umat manusia akan melewati apa yang disebut dengan shirath, yakni jembatan yang membentang di atas neraka sebagai satu-satunya jalan penghubung menuju ke surga. Karena itu, setiap orang pasti akan melewatinya. Allah SWT berfirman:

وَإِنْ مِنْكُمْ إِلا وَارِدُهَا كَانَ عَلَى رَبِّكَ حَتْمًا مَقْضِيًّا

“Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan.” QS. Maryam: 71
Kemampuan menyeberangi juga sangat tergantung dari amal perbuatan selama di dunia. Siapa saja yang istiqamah di atas jalan yang diridhoi allah SWT, ia akan dapat menyeberangi shirath tersebut kemudian masuk surga dengan segala kenikmatan yang ada di dalamnya. Namun bila kehidupan dunia selalu diisi dengan keburukan dan perbuatan maksiat kepada Allah SWT, ia akan tergelincir ke dalam neraka dan siksa yang amat pedih akan mengisi hari-harinya.

Beriman Pada Surga dan Neraka
Setelah berada di padang mahsyar dan berjalan di atas shirath, tahap terakhir adalah pilihan antara surga dan neraka. Di akhirat Allah SWT hanya menyediakan dua tempat sebagai akhir dari perjalanan manusia. Tidak ada pilihan ketiga, juga tidak ada suatu tempat di antara surga dan neraka. Surga adalah rumah kebahagiaan yang dijanjikan oleh Allah SWT kepada orang-orang yang beriman, diperuntukkan bagi orang-orang yang melaksanakan perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya. Allah SWT berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ جَزَاؤُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ذَلِكَ لِمَنْ خَشِيَ رَبَّهُ

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya. yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.” QS. Al Bayyinah: 7-8
Di dalamnya terdapat segala kenikmatan dan keindahan yang tidak pernah terbayangkan di dalam angan dan perasaan manusia di dunia. Tentang nikmat surga ini, al-Quran menggambarkannya:

مَثَلُ الْجَنَّةِ الَّتِي وُعِدَ الْمُتَّقُونَ فِيهَا أَنْهَارٌ مِنْ مَاءٍ غَيْرِ آسِنٍ وَأَنْهَارٌ مِنْ لَبَنٍ لَمْ يَتَغَيَّرْ طَعْمُهُ وَأَنْهَارٌ مِنْ خَمْرٍ لَذَّةٍ لِلشَّارِبِينَ وَأَنْهَارٌ مِنْ عَسَلٍ مُصَفًّى وَلَهُمْ فِيهَا مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ وَمَغْفِرَةٌ مِنْ رَبِّهِمْ كَمَنْ هُوَ خَالِدٌ فِي النَّارِ وَسُقُوا مَاءً حَمِيمًا فَقَطَّعَ أَمْعَاءَهُمْ

“(apakah) perumpamaan (penghuni) surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring. Dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Tuhan mereka, sama dengan orang yang kekal dalam Jahanam dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong ususnya?” QS. Muhammad 15
Sedangkan nikmat teragung bagi penghuni surga adalah pada saat mereka melihat Allah SWT secara langsung. Dzat yang Maha Rahasia yang tidak dapat dibayangkan dan dilihat selama hidup di dunia akan dapat dilihat secara jelas, lama atau sebentarnya seseorang melihat Allah SWT tergantung seberapa banyak amal kebajikan yang dilakukan di dunia. Dalam al-Quran Allah SWT berfirman:

وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَاضِرَةٌ إِلَى رَبِّهَا نَاظِرَةٌ

“Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri. Kepada Tuhannyalah mereka melihat.” QS. al Qiyamah: 22-23
Dan Nabi Muhammad saw bersabda:

عَنْ جَرِيْرٍ بْنِ عَبْدِ اللهِ قَالَ, قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّكُمْ سَتَرَوْنَ رَبَّكُمْ عِيَانًا. رواه البخاري

Dari Jarir bin Abdullah, dia berkata: Nabi Muhammad saw bersabda; Sesungguhnya kalian akan melihat Tuhan kalian secara nyata. HR. Bukhari: 2883
Selain menyediakan surga bagi hamba yang taat dan patuh, Allah SWT juga menciptakan neraka sebagai balasan bagi orang-orang yang senantiasa menghiasi kehidupan dunianya dengan perbuatan durhaka kepada Allah SWT. Mereka menjadi bahan bakar api neraka yang menyala-nyala seperti yang difirmankan oleh Allah SWT:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلائِكَةٌ غِلاظٌ شِدَادٌ لا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” QS. At Tahriim: 6
Setiap orang yang masuk neraka akan mendapatkan siksa yang sangat pedih akibat dari perbuatannya di dunia. Mengenai pedihnya siksa neraka Al Qur’an menceritakan:

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِنَا سَوْفَ نُصْلِيهِمْ نَارًا كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُودُهُمْ بَدَّلْنَاهُمْ جُلُودًا غَيْرَهَا لِيَذُوقُوا الْعَذَابَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَزِيزًا حَكِيمًا

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan adzab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” QS. An Nisa’: 56

1 Comment

  1. muhammad turmudzi says:

    bismillahirrahmanirrahim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *