Masuk Surga Dengan Terpaksa
Jan 15, 2021
Jangan Menganggap Lemah Kekuasaan Allah !
Jan 27, 2021

اَوْجَبَ عَلَيْكَ وُجُوْدَ خِدْمَتِهِ وَمَا اَوْجَبَ عَلَيْكَ اِلَّا دُخُوْلَ جَنَّتِهِ

Allah mewajibkan kepadamu berbuat taat, padahal yang sebenarnya, Allah mewajibkan kepadamu masuk surga-Nya.

 

ALLAH Maha Kaya. Ia tidak membutuhkan makhluk-Nya. Ketaatan makhluk tidak bermanfaat kepada Allah. Kemaksiatan mereka juga tidak ber-mudharrat kepada-Nya. Andai semua makhluk taat kepada-Nya maka hal itu tidak menambah keagungan kerajaan Allah. Dan Andai semua bermaksiat kepada Allah, maka itu tidak mengurangi sedikitpun kemuliaan Allah.

Semua kewajiban agama yang diperintahkan oleh Allah kepada manusia, manfaatnya kembali kepada manusia itu sendiri. Semua itu ditujukan untuk kepentingan hamba-Nya. Allah memaksa mereka untuk melakukan kewajiban semata-mata demi kebahagiaan mereka sendiri. Semua kewajiban itu, walaupun tampak berupa beban yang berat, pada hakikatnya hanyalah untuk memasukkan mereka ke dalam surga.

 

Ada Yang Beribadah Tanpa Dipaksa

Begitulah keadaan orang awam bila tidak dipaksa dan ditakut-takuti dengan ancaman maka mereka enggan menurut dan melakukan amal ibadah.

Tetapi, ada orang khusus yang tidak memerlukan semua paksaan itu. Sebab, Allah telah melapangkan dada mereka, hatinya diberi cahaya iman, disenangkan kepada mereka amal taat, dan mereka dibikin benci kepada maksiat. Maka, mereka melakukan ketaatan dengan senang hati. Bukan hanya kewajiban yang mereka lakukan, amal sunnah pun segera mereka kerjakan dengan penuh semangat. Mereka menjauhi maksiat bukan karena takut pada neraka, tapi memang punya watak benci kepada maksiat tersebut.

Mereka adalah orang yang benar-benar merdeka. Merekalah orang yang mengabdi kepada Allah dengan sebenarnya. Mereka diisyaratkan dalam hadits Rasul shallallahu alaihi wa sallam:

نِعْمَ الْعَبْدُ صُهَيْبٌ لَوْ لَمْ يَخَفِ اللهَ لَمْ يَعْصِهِ

“Sebaik-baik hamba adalah Shuhaib, andaikan tidak takut kepada Allah, ia tetap tidak bermaksiat kepada-Nya.”

 

Ibnu Athaillah dalam kitab At-Tanwir mengatakan:

“Allah mewajibkan kepada hamba-Nya beban kewajiban karena Allah mengetahui bahwa hamba-Nya itu punya kelemahan dan sifat malas. Maka Allah mewajibkan kepada mereka apa yang telah diwajibkan oleh Allah. Seandainya Allah memberi mereka pilihan untuk melakukan atau tidak melakukan kewajiban itu, maka tidak ada yang mengerjakannya kecuali sebagian kecil. Mereka itu sangat sedikit. Maka Allah mewajibkan kepada mereka untuk melakukan amal taat. Sebenarnya, mereka tidak diwajibkan melakukan kewajiban kecuali agar mereka masuk surga. Allah menggiring mereka ke surga dengan rantai kewajiban. (Allah kagum dengan sekelompok orang yang digiring ke surga dengan rantai)”

“Ketahuilah, semoga Allah merahmatimu, bahwa kalau kita perhatikan ternyata setiap kewajiban yang diwajibkan oleh Allah diberi ibadah sunnah yang sejenis, agar ibadah sunnah itu bisa menambal kekurangan yang dilakukan hamba dalam melaksanakan ibadah wajib. Sebagaimana dijelaskan dalam hadits bahwa shalat seorang hamba dihisab pada hari kiamat, bila ada kekurangan maka disempurnakan dengan shalat sunnah yang ia lakukan. Begitupula dengan kewajiban yang lain.”

“Maka pahamilah hal itu, semoga Allah merahmatimu. Janganlah hanya terbatas melakukan apa yang diwajibkan Allah saja, supaya timbul dalam dirimu semangat cinta untuk melakukan amal ibadah lain yang tidak diwajibkan oleh Allah.”

Dikutip dari Buku al Hikam Mutiara Hikmah Kehidupan asuhan Habib Ahmad bin Husen Assegaf.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *