Tiga Kemuliaan Orang Yang Berdzikir

Diperlihatkan Sebelum Dituntut Bersaksi
Sep 22, 2021
Ada kalanya, Umur Panjang Tapi Kosong. Ada kalanya, Umur Singkat Kaya Faedah
Oct 8, 2021

اَكْرَمَكَ كَرَامَاتٍ ثَلَاثًا جَعَلَكَ ذَاكِرًا لَهُ وَلَوْلَا فَضْلُهُ لَمْ تَكُنْ اَهْلًا لِجَرَيَانِ ذِكْرِهِ عَلَيْكَ وَجَعَلَكَ مَذْكُوْرًا بِهِ اِذْ حَقَّقَ نِسْبَتَهُ لَدَيْكَ وَجَعَلَكَ مَذْكُوْرًا عِنْدَهُ فَتَمَّمَ نِعْمَتَهُ عَلَيْكَ

Allah memuliakan kamu dengan tiga kemuliaan. 1) Allah menjadikan engkau berdzikir kepada-Nya, padahal andaikan bukan karena karunia Allah niscaya engkau tidak layak berdzikir kepada-Nya. 2) Engkau dijadikan orang yang dikenal, karena Allah sendiri yang menisbatkan dzikir itu kepadamu. 3) Allah menjadikan engkau disebut di sisi-Nya, maka dengan demikian Allah telah menyempurnakan kenikmatannya kepadamu.

 

ALLAH subhanahu wa ta’ala memuliakan hamba-Nya yang mukmin yang berdzikir dengan tiga kemuliaan :

Pertama, hambanya itu dijadikan orang yang berdzikir kepada-Nya dengan digerakkan hatinya dan lisannya untuk berdzikir kepada-Nya. Ini sebuah kemuliaan yang besar bagi orang yang beriman. Bayangkan, seorang hamba yang hina bisa menyebut Tuhan Yang Maha Mulia. Sekiranya tidak ada karunia Allah maka seorang hamba itu tidak dapat melakukan dzikir kepada Allah. Tidak pantas hamba hina ini menyebut Dzat Yang Maha Mulia.

Kedua, Allah menjadikan hamba yang berdzikir itu dikenal dan disebut oleh Allah. Sehingga Allah menyebutnya sendiri bila hamba itu menyebut Allah sendiri.

Allah Ta’ala berfirman:

فَاذْكُرُوْنِي اَذْكُرْكُمْ

“Sebutlah Aku, maka Aku akan menyebutmu.” (QS. Al-Baqarah : 152)

Kalau hamba itu mengingat Allah, maka Allah mengingat hamba itu. Ingatnya Allah kepada hamba-Nya merupakan sebuah kemuliaan yang sangat luar biasa bagi hamba tersebut. Orang ini mendapat keistimewaan yang besar. Mulia dan beruntung sekali orang yang menyebut Allah, tapi lebih mulia dan beruntung lagi kalau Allah yang menyebutnya. Tidak ada kemuliaan dan keistimewaan yang lebih besar dari ini.

Allah Ta’ala berfirman:

وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ (العنكبوت : 45)

Sebagian ulama menafsiri ayat di atas dengan arti, “Sesungguhnya dzikir (sebutan) Allah terhadap hamba-Nya lebih besar dari dzikir hamba kepada Allah.”

Ketiga, Allah menyebut orang yang berdzikir kepada-Nya itu di sisi-Nya di hadapan para Malaikat Al-Muqarrabin. Ini adalah puncak dari karunia dan kemuliaan dari Allah. Dalam hadits Qudsi riwayat Abu Hurairah dari Rasulullah bahwa Allah berfirman:

أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي، وَأَنَا مَعَهُ حِينَ يَذْكُرُنِي، إِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ، ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي، وَإِنْ ذَكَرَنِي فِي مَلَإٍ، ذَكَرْتُهُ فِي مَلَإٍ هُمْ خَيْرٌ مِنْهُمْ، وَإِنْ تَقَرَّبَ مِنِّي شِبْرًا، تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا، وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ ذِرَاعًا، تَقَرَّبْتُ مِنْهُ بَاعًا، وَإِنْ أَتَانِي يَمْشِي أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً

“Aku mengikuti sangkaan hamba-Ku kepada-Ku. Aku di sampingnya ketika ia menyebut-Ku. Jika hamba-Ku itu menyebut-Ku dalam dirinya maka Aku menyebutnya sendiri. Kalau ia menyebut-Ku di depan orang banyak maka Aku menyebutnya di depan umum yang lebih baik dari golongannya. Jika ia mendekat pada-Ku sejengkal maka Aku mendekat kepadanya sehasta. Apabila ia mendekat kepada-Ku sehasta maka Aku mendekat kepada-Nya sedepa. Bila ia datang kepada-Ku berjalan, maka Aku mendatanginya dengan berlari.”

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh sahabat Ubaiy bin Ka’ab, ia berkata, ““Rasulullah pernah bersabda kepadaku:

“Aku diperintah oleh Allah untuk membaca Al-Qur’an di hadapanmu.”

“Apakah Allah menyebut namaku?” ucapku

“Ya,” jawab Rasulullah. Lalu Rasulullah membaca ayat:

قُلْ بِفَضْلِ اللهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذلِكَ فَلْيَفْرَحُوْا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُوْنَ (58)

“Katakanlah dengan karunia Allah dan rahmat-Nya maka dengan itu bergembiralah mereka. Itu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.” (QS. Yunus : 58)

Dalam hadits riwayat Abi Hayyah Al-Badri, ia berkata:

Ketika turun surat

لَمْ يَكُنِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ اَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِيْنَ مُنْفَكِّيْنَ حَتَّى تَأْتِيَهُمُ الْبَيِّنَةُ (1)

Jibril berkata kepada Nabi, “Sesungguhnya Tuhanmu memerintahkan kepadamu untuk membacakan surat ini kepada Ubay.”

“Sesungguhnya Jibril memerintahkan aku untuk membacakan surat ini kepadamu,” sabda Rasulullah kepada Ubay.

“Apakah namaku disebut, Ya Rasulullah?” tanya Ubay. “Iya,” jawab Rasulullah. Ubaiy menangis.

Dalam hadits riwayat Abu Said dan Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

مَا جَلَسَ قَوْمٌ مَجْلِسًا يَذْكُرُونَ اللَّهَ فِيهِ إِلَّا حَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ، وَتَغَشَّتْهُمُ الرَّحْمَةُ، وَتَنَزَّلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ، وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ

“Tidaklah duduk sekelompok orang muslim pada sebuah majelis, sedang mereka berdzikir kepada Allah, kecuali malaikat mengelilingi mereka, rahmat menaungi mereka, turun ketentraman kepada mereka dan Allah menyebut mereka kepada para malaikat di sisi-Nya.”

Yahya bin Mu’adz berkata: “Wahai orang yang lengah, Wahai orang yang bodoh, andai engkau mendengar suara Qalam ketika ia menulis namamu di Lauhul Mahfudh, maka engkau akan mati kegirangan.”

Semoga kita dijadikan oleh Allah sebagai hamba-Nya yang banyak berdzikir kepada-Nya. Amin.

Dikutip dari Buku al Hikam Mutiara Hikmah Kehidupan asuhan Habib Ahmad bin Husen Assegaf.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *