Tidaklah Bercahaya Hati yang Bergambar Dunia
Sep 4, 2018
Tanda Kekuasaan Allah : Ia Terhijab Dengan Yang Tidak Ada
Sep 8, 2018

 الْكَوْنُ كُلُّهُ ظُلْمَةٌ وَإِنَّمَا أَنَارَهُ ظُهُوْرُ الْحَقِّ فِيْهِ فَمَنْ رَأَى الْكَوْنَ وَلَمْ يَشْهَدْهُ فِيْهِ أَوْ عِنْدَهُ أَوْ قَبْلَهُ أَوْ بَعْدَهُ فَقَدْ أَعْوَزَهُ وُجُوْدُ الْأَنْوَارِ وَحُجِبَتْ عَنْهُ شُمُوْسُ الْمَعَارِفِ بِسُحُبِ الْآثَارِ

Alam ini semuanya berupa kegelapan. Sedang yang menerangi alam ini hanyalah tampaknya Allah (Al-Haq) padanya. Siapa yang melihat alam ini tetapi tidak melihat Allah di dalamnya atau padanya atau sebelumnya atau setelahnya maka benar-benar orang itu telah disilaukan oleh cahaya-Nya dan dihijab oleh awan benda alam ini dari matahari makrifat.

 

MEMANG pada mulanya alam semesta ini tidak ada dan gelap. Dan yang menjadikannya nyata dan terang adalah kekuasaan Allah.  Adanya sinar Allah pada benda-benda di alam ini yang menyebabkan ia terang dan terlihat.

Keadaan manusia dalam hal ini berbeda-beda:

Ada golongan yang hanya melihat pada alam ciptaan Allah saja dan tidak melihat pada penciptanya. Mereka ini bingung dalam kegelapan dan terhijab oleh alam benda ini dari melihat Allah sang pencipta. Ada pula golongan yang tidak terhijab oleh alam dari melihat penciptanya.

Golongan yang tidak terhijab oleh alam benda dari Allah berbeda-beda dalam musyahadahnya terhadap Allah.

Ada yang menyaksikan Allah bersama alam.

Ada yang menyaksikan Allah Sang Pencipta sebelum menyaksikan alam ini. Mereka adalah orang-orang yang mengambil dalil adanya pencipta atas alam ciptaan-Nya. Mereka ini disebut sebagai Ahli Jadzab. Mengenal Allah dulu baru mengenal alam.

Ada yang menyaksikan Allah setelah melihat alam. Mereka adalah orang-orang yang berdalil bahwa adanya benda-benda ini sebagai bukti adanya Allah Sang Pencipta.

Setiap benda di alam ini dengan lisan halnya menyatakan bahwa ‘aku diciptakan oleh Allah’. Orang yang memperhatikan dan merenungkan benda-benda di alam ini seperti batu, tanah, tumbuhan, hewan, langit, bumi, lautan, bintang, bahkan diri kita sendiri, gerak gerik manusia, dan benda apa saja pasti akan menyimpulkan bahwa semua itu adalah bukti yang nyata atas adanya Pencipta yang menciptakan, mengatur, dan menggerakkannya. Semua membuktikan adanya ilmu dan kekuasaan Allah. Tidak mungkin semua itu terjadi begitu saja. Oleh karena itu, kita dianjurkan bertafakkur mengenai ciptaan Allah.

Ibnu Athaillah menyatakan bahwa barangsiapa melihat alam ini tetapi tidak menyaksikan adanya Allah maka ia disilaukan oleh cahaya atau dihijab oleh awan alam benda ini. Bukan berarti Allah tidak ada. Allah itu sangat terang dan nyata. Akan tetapi karena lemahnya akal manusia, maka ia disilaukan oleh terangnya Allah. Dimisalkan seperti kelelawar yang tidak bisa melihat matahari. Bukan berarti matahari tidak ada, tetapi lemahnya mata kelelawar itulah yang menyebabkan ia silau menghadapi sinar matahari yang sangat terang.

Dikutip dari Buku al Hikam Mutiara Hikmah Kehidupan asuhan Habib Ahmad bin Husen Assegaf.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *