Sangat Terang, Sampai Tak Bisa Dipandang

Begitu Dekat, Hingga Tak Terlihat
Sep 9, 2020
Meminta Bukan Untuk Diberi
Sep 14, 2020

اِنَّمَا احْتَجَبَ لِشِدَّةِ ظُهُوْرِهِ وَخَفِيَ عَنِ اْلأَبْصَارِ لِعَظِيْمِ نُوْرِهِ

Sesungguhnya Allah terhijab karena sangat jelas-Nya. Dan Allah samar tidak bisa dilihat dengan mata karena sangat besarnya cahaya-Nya.

 

ALLAH terhijab (tidak terlihat) dari mata manusia sebab Allah itu sangat jelas. Sesuatu yang sangat terang dan jelas akan menjadi samar dari pandangan. Al-Bushiri mengatakan dalam Hamziah-nya:

وَمِنْ شِدَّةِ الظُّهُوْرِ الْخَفَاءُ

“Sesuatu yang sangat jelas itu akan menjadikan samar.”

Karena sangat besarnya, cahaya Allah juga menyebabkan Allah tidak bisa dilihat oleh mata kepala. Cahaya yang sangat terang akan membuat mata menjadi silau dan tidak mampu melihatnya. Sebuah misal, mata yang lemah atau sakit tidak bisa memandang matahari. Cahaya matahari yang begitu terang membuat mata itu tidak bisa melihatnya. Apalagi, untuk melihat Allah Sang Pencipta matahari dan sumber segala cahaya.

Dalam Shahih Muslim disebutkan sabda Nabi ketika ditanya apakah ia melihat Tuhannya ketika mikraj. Nabi shallallahu alaihi wa sallam berkata:

نُوْرٌ أَنَّى اَرَاهُ (Cahaya, Bagaimana aku bisa melihat Tuhan-ku)

Arti hadits di atas ialah ‘Aku dikalahkan oleh cahaya, bagaimana aku bisa melihat Tuhan-ku.’

Dalam riwayat lain Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

رَأْيْتُ نُوْرًا (Aku melihat cahaya)

Hadits di atas ditafsirkan bahwa pada mulanya Nabi melihat cahaya. Nabi tidak bisa melihatnya dengan mata kepala. Akan tetapi kemudian Nabi bisa melihat Allah dengan mata hatinya yang tajam.

Dikutip dari Buku al Hikam Mutiara Hikmah Kehidupan asuhan Habib Ahmad bin Husen Assegaf.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *