Sangat Aneh, Ada Orang Lari Dari Panggilan Allah

Bersangka Baiklah Kepada Allah
Nov 28, 2018
Pindah dari alam ke alam bagai keledai penggilingan
Dec 7, 2018

اَلْعَجَبُ كُلَّ الْعَجَبِ مِمَّنْ يَهْرُبُ مِمَّا لَا انْفِكَاكَ لَهُ مِنْهُ وَيَطْلُبُ ما لَا بَقَاءَ لَهُ مَعَهُ فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلَكِنْ تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ

Sangat mengherankan ada orang yang menghindari apa yang tidak boleh terlepas darinya dan mencari perkara yang tidak kekal bersamanya, sebab hal itu timbul bukan dari butanya mata kepala tetapi dari butanya mata hati yang ada di dalam dada.

 

LARINYA seorang hamba dari panggilan Tuhannya untuk beribadah dengan memuaskan hawa nafsunya ditimbulkan dari kebutaan mata hatinya dan kebodohannya tentang Tuhannya. Sebab, ia menukar sesuatu yang baik (memenuhi panggilan Allah) dengan sesuatu yang jelek (menuruti hawa nafsu). Ia mengutamakan sesuatu yang rusak dari yang abadi yang tidak bisa lepas darinya, yaitu Allah dan rahmat-Nya.

Andai ia punya mata hati, maka niscaya ia akan mengutamakan yang kekal dan meninggalkan yang rusak dan niscaya akan melakukan apa yang dilakukan oleh para tukang sihir Fir’aun ketika beriman kepada Allah. Mereka tidak peduli dengan janji Fir’aun yang akan memberi mereka kedudukan yang tinggi dan kenikmatan apabila mengingkari agama Nabi Musa. Mereka tidak peduli dengan ancaman Fir’aun yang akan menyiksa, membunuh dan menyalib mereka di pohon kurma karena beriman kepada Allah tanpa izin dahulu kepada Firaun.

Bahkan mereka menjawab ancaman Fir’aun dengan lantang.

قَالُوا لَنْ نُؤْثِرَكَ عَلَى مَا جَاءَنَا مِنَ الْبَيِّنَاتِ وَالَّذِي فَطَرَنَا فَاقْضِ مَا أَنْتَ قَاضٍ إِنَّمَا تَقْضِي هَذِهِ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا إِنَّا آمَنَّا بِرَبِّنَا لِيَغْفِرَ لَنَا خَطَايَانَا وَمَا أَكْرَهْتَنَا عَلَيْهِ مِنَ السِّحْرِ وَاللَّهُ خَيْرٌ وَأَبْقَى

“Mereka berkata: “Kami tidak akan mengutamakan kamu atas apa yang datang kepada kami dari bukti-bukti yang nyata dan Tuhan yang menciptakan kami. Putuskanlah apa yang kamu putuskan. Yang kamu putuskan itu adalah putusan pada kehidupan dunia saja. Sesungguhnya kami beriman kepada Tuhan kami supaya Ia mengampuni kesalahan kami dan apa yang kamu paksakan kepada kami dari sihir dan Allah lebih baik (pahala-Nya) dan lebih kekal (siksa-Nya).” (QS. Thaha: 72-73)

Mereka itu orang yang bercahaya hatinya sehingga mengutamakan akhirat daripada dunia. Mengutamakan kehidupan yang abadi dari kehidupan yang sementara. Mereka selalu melihat kekasihnya, Allah subhanahu wa ta’ala.

Sebagai umat Nabi Muhammad, umat yang dirahmati oleh Allah, janganlah kita kalah dengan para tukang sihir Fir’aun, umat Nabi Musa, yang lebih mengutamakan Allah dari pada kehidupan dunia.

Mengenai penyebab butanya mata hati, Syeikh Abul Hasan As-Syadzili berkata: “Butanya mata hati ada pada tiga hal: melepas anggota badan dalam kemaksiatan kepada Allah, tamak terhadap (mengharap) apa yang dimilki makhluk Allah, berpura-pura berbuat taat kepada Allah.”

Dikutip dari Buku al Hikam Mutiara Hikmah Kehidupan asuhan Habib Ahmad bin Husen Assegaf

 

2 Comments

  1. Abdur rachman says:

    Matur suwun ustad..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *