Orang Yang Diberkati Umurnya

Ada kalanya, Umur Panjang Tapi Kosong. Ada kalanya, Umur Singkat Kaya Faedah
Oct 8, 2021
Sangat terhina, waktu kosong tapi tidak beribadah
Oct 21, 2021

مَنْ بُوْرِكَ لَهُ فِى عُمْرِهِ اَدْرَكَ فِى يَسِيْرٍ مِنَ الزَّمَانَ مِنْ مِنَنِ اللهِ تَعَالَى مَا لَا يَدْخُلُ تَحْتَ دَوَائِرِ الْعِبَارَةِ وَلَا تَلْحَقُهُ الْإِشَارَةُ

Siapa yang diberi barokah dalam umurnya, maka dia dapat mencapai dalam waktu yang singkat pemberian-pemberian Allah yang tidak dapat dihitung oleh kata-kata dan tidak dapat dikejar oleh isyarat.

 

BAROKAH dalam umur bukan dengan panjangnya usia. Tapi yang dimaksud dengan barokah dalam umur ialah bila seorang hamba diberi rezeki oleh Allah berupa kesadaran sehingga dapat mendorong dirinya untuk menggunakan kesempatan dan waktu-waktunya untuk melakukan amal kebaikan, amal ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah, baik amal hati atau amal badan.

Dengan mengisi waktu-waktunya dengan amal kebaikan, maka ia mendapatkan pemberian-pemberian Allah yang besar dan memancar di hatinya cahaya-cahaya yang turun dari Allah. Pemberian yang tidak terbatas dan tidak dapat diungkap oleh kata-kata dan tidak dapat dikejar oleh isyarat. Allah Ta’ala berfirman dalam hadits Qudsi:

اَعْدَدْتُ لِعِبَادِي الصَّالِحِيْنَ مَا لَا عَيْنٌ رَأَتْ, وَلَا أُذُنٌ سَمِعَتْ وَلَا خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ

“Aku siapkan untuk hamba-hamba-Ku yang shaleh suatu pemberian yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar telinga dan tidak terlintas dalam hati manusia.” (HR. Bukhari Muslim)

Misalnya, orang yang diberi barokah umur dalam waktu sebulan ia naik derajat yang tidak dapat oleh orang lain dalam waktu seribu bulan seperti lailatul qadar. Orang beramal menepati lailatul qadar, maka amalnya yang sebentar itu lebih baik dari amal seribu bulan.

Ini semua berkat inayah dari Allah. Tanpa inayah dan taufiq dari Allah ia tidak bisa mencapai pemberian-pemberian yang besar itu dalam masa yang singkat.

Sebiji dzarrah amal batin lebih utama dari bergunung-gunung amal dhahir. Amal disertai makrifat tidak sama dengan amal yang disertai dengan kebodohan. Seseorang yang membaca shalawat tapi disertai dengan makrifah atau pengetahuan tentang hak-hak Nabi nilainya lebih dari orang yang membaca shalawat tanpa disertai dengan hal tersebut. Seorang wali membaca shalawat tujuh kali tapi ia bisa langsung bermimpi Nabi. Ada pula orang yang membaca shalawat ratusan kali, tapi ia tidak pernah mendapat anugerah bermimpi Nabi.

Maka dengan amal yang sedikit dan waktu yang singkat itu ia mendapat pemberian yang besar yang tidak didapat oleh orang lain walaupun orang lain itu lebih banyak shalat dan lebih banyak puasanya dan lebih panjang umurnya. Karena yang dihitung bukan banyaknya aurad (amal ibadah), tapi yang dinilai adalah banyaknya amdad (pemberian Allah).

Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

اِنَّ اللهَ لَا يَنْظُرُ اِلَى اَجْسَادِكُمْ وَلَا اِلَى صُوَرِكُمْ وَلكِنْ يَنْظُرُ اِلَى قُلُوْبِكُمْ

“Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada jasad dan bentuk kalian. Tetapi Allah melihat kepada hati kalian.”

Sebagian ulama berkata: “Setiap malam bagi orang arif nilainya sama dengan lailatul qadar.” Abul Abbas Al-Mursi berkata: “Waktu-waktu kami semuanya lailatul qadar.

Dikatakan bahwa barokah dalam umur ini yang dimaksud dengan tambahan umur dalam hadits “Amal kebaktian menambah umur”

Dikutip dari Buku al Hikam Mutiara Hikmah Kehidupan asuhan Habib Ahmad bin Husen Assegaf.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *