Minta Upah Sesuatu Yang Tidak Dikerjakan

Merasakan Buah Amal Di Dunia, Tanda Diberi Pahala Di Akhirat
Sep 14, 2021
Cahaya Mendahului Dzikir, Dzikir Mendahului Cahaya
Sep 14, 2021

كَيْفَ تَطْلُبُ الْعِوَضَ عَلَى عَمَلٍ هُوَ مُتَصَدِّقٌ بِهِ عَلَيْكَ اَمْ كَيْفَ تَطْلُبُ الْجَزَاءَ عَلَى صِدْقٍ هُوَ مُهْدِيْهِ اِلَيْكَ

Bagaimana engkau meminta upah atas suatu pekerjaan yang Allah sedekahkan kepadamu?

Atau bagaimana kamu meminta balasan atas keikhlasan yang Allah hadiahkan kepadamu?

 

PEKERJAAN yang boleh meminta upah dan balasan adalah pekerjaan yang engkau kerjakan untuk menguntungkan orang lain dan pekerjaan itu tidak mendatangkan manfaat dan menjauhkan mudharrat bagimu.

Sedangkan amal taat tidak seperti itu. Semua amal taat yang engkau lakukan adalah Allah yang menciptakannya. Kalau kamu mengerjakan shalat, maka itu merupakan shadaqah (pemberian) dari Allah kepadamu. Allah-lah yang membikinmu bersemangat dan kuat melakukannya. Keikhlasan dalam melakukan shalat juga hadiah dari Allah kepadamu. Allah-lah yang membikin dirimu ikhlas beribadah. Namun semua amal ibadahmu itu keuntungannya kembali kepada dirimu. Sama sekali Allah tidak membutuhkan dirimu dan amalmu.

Oleh karena itu, meminta upah dan balasan atas amal taat sangatlah jelek. Orang yang meminta pahala dan balasan atas amal taat itu lupa terhadap nikmat Allah yang menciptakannya dan membuatnya bisa melakukan amal taat itu.

Ibnu Athaillah dalam kata hikmah ini menggunakan kata shadaqah dari Allah untuk amal dhahir (seperti shalat) dan hadiah dari Allah untuk amal batin (seperti keikhlasan) menunjukkan bahwa ada perbedaan tingkatan kemuliaan dalam kedua amal tersebut seperti perbedaan shadaqah dan hadiah. Tentu amal batin lebih mulia dari amal dhahir. Bahkan sebiji sawi amal batin mengalahkan segunung amal dhahir. Wallau a’lam.

Dikutip dari Buku al Hikam Mutiara Hikmah Kehidupan asuhan Habib Ahmad bin Husen Assegaf.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *