KEMAMPUAN ‘MUKASYAFAH’ ADALAH KEMAMPUAN DASAR MANUSIA

KEMAMPUAN MELIHAT ALAM MALAKUT DALAM KEADAAN JAGA
Feb 27, 2017
KEBAHAGIAAN TERTINGGI ADALAH ‘MA’RIFATULLAH’
Feb 27, 2017

KEMAMPUAN ‘MUKASYAFAH’ ADALAH KEMAMPUAN DASAR MANUSIA

ولا تحسب أن هذا خاص بالأنبياء والأولياء, لأن جوهر ابن آدم فى أصل الخلقة موضوع لهذا كالحديد لأن يعمل منه مرآة ينظر فيها صورة العالم, إلا الذي صدأ فيحتاج إلى إجلاء, أو جدب فيحتاج إلى صقل او سبك, لأنه قد تلف. وكذالك كل قلب إذا غلب عليه الشهوات والمعاصي لم يبلغ هذه الدرجة, وإن لم تغلب عليه يبلغ تلك الدرجة كما قال النبي صلى الله عليه وسلم : ” كل مولود يولد على فطرة الإسلام ” وقال الله تعالى : ” واشهدهم على أنفسهم ألست بربكم قالوا بلى ” (الأعراف:١٧٢)

Janganlah kau mengira yang demikian itu hanya khusus bagi para Nabi dan wali-wali (auliya’). Sebab inti manusia pada awal kejadiannya memang dipersiapkan untuk itu. Sebagaimana besi dibuat untuk bahan pembuat cermin dimana gambaran dunia dapat dilihat. Kecuali bila besi berkarat, maka membutuhkan tindakan mengkilatkannya. Atau ia sudah cacat, maka perlu pengecoran dan penggosokan, karena sudah rusak. Demikian pula setiap hati yang sudah terjajah nafsu dan maksiat, tidak akan dapat mencapai tingkat itu. Kalau belum terjajah, dapatlah dia mencapainya, sebagaimana sabda Nabi saw.:

كُلُّ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلَى فِطْرَةِ الإِسْلاَمِ

Artinya: “Setiap yang dilahirkan dalam keadaan menetapi fitrah Islam.”

Dan Allah berfirman:

وَأَشْهَدَهُمْ عَلَى أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالُوا بَلَى (الأعراف:١٧٢)

Artinya: “Dan Ia mempersaksikan anak-anak Adam itu pada diri-diri mereka sendiri (firman¬Nya): “Bukankah Aku ini Tuhanmu!” Mereka menjawab:”Benar.””. (QS. Al-A’raf:172)

وكذالك بنو آدم فى فطرتهم التصديق بالربوبية كما قال سبحانه وتعالى : ” فطرة الله التي فطر الناس عليها” (الروم:٣٠) والأنبياء والأولياء هم بنو آدم, قال سبحانه وتعالى : ” قل إنما أنا بشر مثلكم ” (فصلت:٦)

Demikianlah di dalam fitrah manusia sudah tardapat keyakinan terhadap ketuhanan, sebagaimana firman Allah swt.:

فِطْرَةَ اللهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا . الروم:٣٠

Artinya: “Fitrah Allah yang sudah Ia ciptakan manusia menurut fitrah itu.” (QS. Ar-Ruum: 30)

Para Nabi dan para wali adalah manusia juga, seperti firman Allah:

قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ . الكهف : ١١٠

Artinya: “Katakanlah (Muhammad): “Aku ini hanyalah manusia seperti kalian semua.” QS. Al-Kahfi : 110)

فكل من زرع حصد, ومن مشى وصل, ومن طلب وجد, والطلب لايحصل إلا بالمجاهدة طلب شيخ بالغ عارف قد مشى فى هذا الطريق. وإذا حصل هذان الشيئان لأحد فقد أراد الله له التوفيق والسعادة بحكم أزلي حتى يبلغ إلى هذه الدرجة.

Barangsiapa menanam akan menuai. Siapa berjalan akan sampai. Siapa mencari, akan menemukan. Dan pencarian hanya akan berhasil apabila dengan kesungguhan mencari (mujahadah).

Pencarian syeikh (seorang guru) yang telah mencapai dan mengenal Allah adalah melalui jalan ini. Bila seseorang telah berhasil mendapatkan dua hal ini, pertanda Allah memang menghendaki taufik dan kebahagiaan bagi orang tersebut menurut ketentuan azali. Sehingga orang tersebut dapat mencapai derajat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *