Jangan Menunggu Habisnya Rintangan

Di Setiap Tarikan Nafas Ada Takdir Tuhan
Sep 21, 2018
Jangan Heran! Memang Dunia Merisaukan
Sep 25, 2018

 لَا تَتَرَقَّبْ فَرَاغَ الْأَغْيَارِ فَإِنَّ ذَلِكَ يَقْطَعُكَ عَنْ وُجُوْدِ الْمُرَاقَبَةِ لَهُ فِيْمَا هُوَ مُقِيْمُكَ فِيْهِ

Jangan engkau menunggu habisnya rintangan untuk lebih mendekat kepada Allah, sebab yang demikian itu akan memutusmu dari kewaspadaanmu terhadap kewajibanmu.

 

Kalau Allah mendudukkan hamba-Nya pada satu sebab, maka wajib hamba itu menunaikannya dengan menjalankan syari’at dan adab-adabnya. Jangan mengundur-ngundurnya. Jangan menunggu waktu lain yang kosong. Sebab kalau ia menunggu waktu yang lain, maka hal itu mencegah dia untuk melakukan kewajiban di waktu yang pertama.

Sahal bin Abdullah At-Tusturi berkata: “Apabila tiba waktu malam jangan mengharap besok siang hingga engkau selamat di malam itu dan engkau menunaikan kewajibanmu terhadap Allah malam itu dan engkau dapat menjaga benar-benar nafsumu. Demikian pula bila engkau berada di pagi hari.”

Sahal At-Tusturi pernah ditanya, “Kapankah seorang murid itu bisa senang?”

“Apabila si murid itu tidak melihat waktu selain di waktu di mana ia berada,” jawab Sahal.

Allah Ta’ala berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

“Dan Kalian kami uji dengan kejelekan dan kebaikan sebagai fitnah.” (QS. Al-Anbiya’: 35)

Imam Al-Baghawi menafsiri ayat ini, ujian itu berupa kesulitan dan kelapangan, kesehatan dan kesakitan, kekayaan dan kemiskinan. Ada yang mengatakan ‘Kami uji kalian dengan apa yang kalian sukai dan apa yang kalian benci karena Kami ingin melihat syukurmu dalam kesenangan dan kesabaranmu menghadapi kesulitan.’

Dikutip dari Buku al Hikam Mutiara Hikmah Kehidupan asuhan Habib Ahmad bin Husen Assegaf.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *