Dipuji Orang, Pujilah Allah

Manusia Terbodoh Tinggalkan Keyakinannya, Ikuti Sangkaan Orang Lain
Jun 5, 2020
Ahli Ibadah Takut Dipuji, Orang ‘Arif Senang Dipuji
Jun 9, 2020

إِذَا أَطْلَقَ الثَّنَاءَ عَلَيْكَ وَلَسْتَ بِأَهْلٍ فَأَثْنِ عَلَيْهِ بِمَا هُوَ أَهْلُهُ

Apabila Allah melepas lidah manusia untuk memujimu, sedangkan engkau tidak layak dipuji maka pujilah Allah yang pantas dipuji.

 

PADA saat seseorang dipuji dengan sesuatu yang sebenarnya ia tidak pantas untuk dipuji, maka kembalikanlah pujian itu kepada Allah yang memang layak untuk dipuji. Allah-lah yang melepas lidah manusia untuk memuji orang itu. Allah pula yang menutupi kekurangan dan kejelekan dan menampakkan kebaikan orang itu sehingga ia dipuji orang lain. Maka yang pantas menerima pujian adalah Allah. Dialah yang memuji, Dia pula yang dipuji. Yang mensyukuri dan yang disyukuri adalah Allah.

Oleh karena itu, pujilah Allah sebagai rasa syukur atas kenikmatan ketika dilepasnya lidah manusia untuk memuji dan ditutupinya kejelekan serta ditampakkannya kebaikan dirinya. Jangan bangga dengan apa yang tak dimilikinya.

Dikutip dari Buku al Hikam Mutiara Hikmah Kehidupan asuhan Habib Ahmad bin Husen Assegaf.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *