Dibalik Cobaan Ada Karunia Besar

Didapat Dengan Menderita, Bukan Dengan Shalat Dan Berpuasa
Oct 9, 2020
Ingin Dapat Pemberian? Miskinkan Hatimu
Oct 9, 2020

الْفَاقَاتُ بَسْطُ الْمَوَاهِبِ

Berbagai macam ujian itu bagaikan hamparan untuk menghidangkan pemberian-pemberian Allah.

 

ARTINYA, jika seseorang akan mendapatkan karunia yang besar dari Allah, sedangkan ia belum memiliki persiapan dan ibadah dhahirnya belum mencukupi, maka Allah menguji hamba itu dengan cobaan-cobaan sehingga dosa-dosanya terhapus dan derajatnya naik. Akhirnya, ia pantas menerima karunia yang besar tersebut.

Karunia Allah yang besar, yang berupa kemakrifatan, mukasyafah, ketentraman hati, hikmah-hikmah, ilmu ladunni dan rahasia-rahasia yang datang dari alam gaib itu menghampiri hati yang bersih dari selain Allah. Dan hati dalam keadaan paling bersih ketika nafsu menyingkir darinya. Sedangkan nafsu itu terusir dari hati bila keinginan-keinginan nafsu itu ditinggalkan. Biasanya, hal itu terjadi dalam keadaan cobaan dan kesulitan.

Semakin besar cobaan yang diterima oleh seorang hamba, maka semakin besar pula pemberian Allah yang didapat olehnya. Oleh karena itu, manusia yang paling besar cobaannya adalah para nabi, kemudian para wali.

Nabi Yusuf mendapatkan kenabian, kerajaan dan kekayaan setelah mengalami musibah-musibah yang besar yang menimpanya sejak ia masih kecil. Didholimi oleh saudara-saudaranya, dibuang ke sumur dan masuk penjara bertahun-tahun telah dijalani oleh Nabi Yusuf.

Habib Abdullah bin Muhsin Al-Aththas, Bogor, pernah dipenjara oleh Belanda bertahun-tahun. Ia merasa senang berada di penjara. Ketika tiba waktunya untuk keluar, Habib Abdullah bin Muhsin Al-Aththas malah minta tambah beberapa tahun lagi. Alasannya, masih ada sisa nafsu yang harus ia habisi di dalam penjara. Sebab, dengan kehinaan seseorang bisa menaklukkan nafsunya.

Dikutip dari Buku al Hikam Mutiara Hikmah Kehidupan asuhan Habib Ahmad bin Husen Assegaf.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *