Cahaya Mendahului Kata-Kata

Belum Betul-Betul Istiqamah, Sudah Keramat
Nov 4, 2020
Kata-Kata Membawa Corak Hati
Nov 9, 2020

تَسْبِقُ اَنْوَارُ الْحُكَمَاءِ اَقْوَالَهُمْ فَحَيْثُ صَارَ التَّنْوِيْرُ وَصَلَ التَّعْبِيْرُ

Nur cahaya orang-orang ahli hikmah mendahului perkataan mereka, karena itu di mana telah mendapatkan penerangan dari cahaya itu sampailah kalimat yang dikatakan mereka itu.

 

AL-HUKAMAA’ (Ahli hikmah) adalah ormg-orang yang makrifah kepada Allah. Mereka memiliki keyakinan yang kuat kepada Allah. Apabila mereka memberi nasihat kepada orang, maka mereka selalu pasrah diri kepada Allah. Mereka merasa bahwa ilmu yang mereka sampaikan itu dari Allah dan yang mengatur kata-katanya adalah Allah. Mereka menyampaikan nasihat dengan hati bersih dan ikhlas.

Oleh karena itu, apabila mereka memberi nasihat kepada manusia, maka nasihat mereka langsung diterima oleh hati manusia, seperti tanah yang kering menerima guyuran hujan yang deras. Kata-kata mereka, walau dengan bahasa yang sederhana, sangat berkesan di hati orang yang mendengarnya. Ini disebabkan, sebelum mereka berkata-kata memberi nasihat, cahaya hati para ahli hikmah itu telah sampai dahulu kepada hati orang yang mendengarnya sebelum ucapan mereka. Ada yang sampai ke dalam lubuk hati. Ada yang di luarnya (teras hati). Dan adapula yang sampai ke tepi hati.

Bila cahaya hikmah itu menembus ke lubuk hati seseorang, maka orang itu langsung bangkit menghadap kepada Allah. Jika cahaya sampai ke teras hati, maka hati orang yang mendengar itu menjadi khusyuk dan punya keinginan untuk berbuat kebaikan dan bertakwa kepada Allah. Namun, apabila cahaya hikmah itu sampai ke tepi hati, maka paling tidak orang itu tahu kebenaran dan percaya terhadap apa yang disampaikan oleh ahli hikmah tersebut.

Ucapan yang disampaikan ahli hikmah itu merupakan ilmu yang bermanfaat. Ucapan mereka terus diingat pendengarnya dan masih terngiang-ngiang di telinga walau sudah lama berlalu. Kata-kata mereka sangat berkesan dan membuat hati yang tandus menjadi subur dan hati yang gundah menjadi tenang.

Luqman Al-Hakim berwasiat kepada anaknya: “Wahai anakku, duduklah bersama ulama dan dekatlah dengan mereka. Karena Allah menghidupkan hati yang mati dengan cahaya hikmah sebagaimana menghidupkan tanah yang mati dengan air hujan.”

Al-Hukama’ (ahli hikmah) diartikan dengan orang-orang yang makrifah kepada Allah karena mereka itu adalah orang-orang yang takut kepada Allah. Disebutkan dalam sebuah atsar bahwa ‘puncak hikmah adalah takut kepada Allah’. Sedangkan takut kepada Allah itu buah dari ilmu (pengetahuan) tentang Allah. Orang yang paling mengenal Allah adalah orang yang paling takut kepada Allah. Oleh karena itu Allah Ta’ala berfirman:

اِنَّمَا يَخْشَى اللهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ

“Yang takut kepada Allah hanyalah ulama (orang-orang yang berilmu).” (QS. Fathir : 28)

Dan ilmu yang menjadikan orang takut adalah ilmu tentang Allah. Maka, Al-Hukama’ (ahli hikmah) ialah orang-orang yang punya pengetahuan tentang Allah, walaupun mereka itu lemah dalam ilmu-ilmu yang lain.

Dikutip dari Buku al Hikam Mutiara Hikmah Kehidupan asuhan Habib Ahmad bin Husen Assegaf.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *