Begitu Dekat, Hingga Tak Terlihat

Antara Makrifat, Fana Dan Mahabbah
Sep 9, 2020
Sangat Terang, Sampai Tak Bisa Dipandang
Sep 14, 2020

اِنَّمَا حَجَبَ الْحَقَّ عَنْكَ شِدَّةُ قُرْبِهِ مِنْكَ

Sesungguhnya engkau dihijab dari melihat Allah karena sangat dekatnya Allah darimu.

 

KEMAMPUAN indera penglihatan manusia lemah dan terbatas. Kemampuannya untuk melihat ada ukurannya. Ia tidak bisa mencapai sesuatu yang terlalu jauh. Begitu pula, ia tidak mampu melihat sesuatu yang telalu dekat. Ia tidak bisa memandang sesuatu di kegelapan. Tidak pula ia bisa melihat pada suasana yang begitu terang.

Begitulah, mata manusia yang memiliki keterbatasan itu tidak bisa melihat Allah. Sebab, Allah sangat dekat dengan hamba-Nya. Allah berfirman:

وَنَحْنُ اَقْرَبُ اِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيْدِ

“Dan Aku lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.”(QS. Qaf : 16)

Sangat dekatnya Allah inilah yang menjadikan mata manusia tidak bisa melihat-Nya “Karena sangat dekat itu dapat melenyapkan pandangan sehingga ia tidak bisa melihat,” kata Ibnu Athaillah dalam Lathaifal-Minan.

Dimisalkan seperti hitamnya bola mata. Walau ia begitu dekat dengan mata tapi ia tidak bisa dilihat oleh mata itu sendiri. Atau seperti orang yang membaca buku. Bila buku itu terlalu jauh maka ia tidak mampu membacanya. Atau terlalu dekat dengan matanya, maka ia tidak bisa melihat dan membacanya juga.

Syeikh Abul Hasan berkata: “Hakekat dekat itu ialah engkau lenyap dalam kedekatan dari kedekatan karena besarnya pendekatan. Sebagaimana seseorang yang mencium bau misik. Ia terus mendekati bau wangi itu. Semakin ia mendekat, maka semakin bertambah baunya. Akan tetapi ketika ia masuk ke rumah yang menjadi sumber bau wangi itu, maka bau wangi itu menghilang dari penciumannya.”

Dikutip dari Buku al Hikam Mutiara Hikmah Kehidupan asuhan Habib Ahmad bin Husen Assegaf.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *