Anugerah Datang Secara Mendadak

Berkhidmah atau Dicintai
Mar 30, 2019
Tong Kosong Nyaring Bunyinya
Apr 24, 2019

قَلَّمَا تَكُوْنُ الْوَارِدَاتُ الْإِلَهِيَّةُ إِلَّا بَغْتَةً, لِئَلَّا يَدَّعِيهَا العُبَّادُ بِوُجُوْدِ الْإِسْتِعْدَادِ

Jarang sekali pemberian-pemberian Allah yang besar itu datang kecuali dengan secara mendadak, agar manusia tidak mengaku bahwa ia mendapatkannya karena telah mempunyai persiapan.

 

BANYAK sekali pemberian besar dari Allah kepada hamba-Nya datang dengan secara tiba-tiba. Hikmahnya ialah agar manusia tidak mengaku bahwa itu adalah hasil dari persiapan yang ia lakukan dari kerja kerasnya dan amal ibadah yang ia tekuni selama ini. Atau dalam istilah lain, agar ia tidak merasa bangga dengan amalnya dan supaya tahu bahwa semuanya dari Allah yang Maha Pemurah yang memberi tanpa imbalan.

Contohnya, apa yang terjadi kepada Nabi Musa. Ia mendapatkan kenabian dan risalah tanpa persiapan. Musa pergi mencari api untuk menghangatkan badannya dan istrinya. Ternyata ia kembali dengan membawa nubuwah, risalah dan mukjizat. Anugerah yang diterima Musa alaihissalam itu datang secara mendadak tanpa berharap dan berusaha. Begitulah, Allah memilih orang yang Dia kehendaki untuk diberi rahmat-Nya yang khusus.

Apa yang dialami Abu Mahdzurah juga termasuk contoh dari datangnya anugerah besar yang mendadak. Kala itu Nabi pulang dari perang Hunain. Di sebuah perkampungan, ada anak-anak muda orang kafir yang menirukan adzan orang Islam. Tujuan mereka adalah mengejek Nabi dan sahabatnya. Sahabat menangkap mereka. Mereka lari. Abu Mahdzurah tertangkap dan dibawa kepada Nabi. Setelah ditanya dan mengakui perbuatannya, Nabi memegang ubun-ubun Abu Mahdzurah. Dingin tangan Nabi menembus hatinya. Ia masuk Islam. Maka Nabi melantiknya menjadi muadzin Masjidil Haram. Bahkan ia adalah muadzin yang paling enak suaranya.

Misal yang lain adalah kisah seorang pelacur. Ketika ia pulang dari melacur, ia bertemu seekor anjing yang kehausan. Ia merasa kasihan kepada anjing itu. Ia turun ke dalam sumur dan mengambil air dengan cara ia menggigit selopnya yang telah ia isi dengan air sumur tersebut. Lalu ia memberikannya kepada anjing yang dahaga itu. Oleh sebab itu, Allah bersyukur kepadanya. Allah mengampuninya. Ia bertaubat dan dimasukkan surga.

Seorang pencuri memasuki rumah Malik bin Dinar. Setelah ia teliti isi rumah itu, ternyata tak satupun barang berharga yang ia temukan di kediaman orang Sufi tersebut. Dengan kecewa ia melangkahkan kakinya keluar. Malik bin Dinar, pemilik rumah, yang mengamati gelagat pencuri itu memanggilnya.

“Kemarilah. Kamu jangan pulang dengan tangan kosong. Bila kau tidak mendapatkan benda berharga maka aku akan memberimu kebaikan maknawi,” kata Malik bin Dinar.

Lalu pencuri itu disuruh berwudlu dan melaksanakan salat dua rakaat. Malik bin Dinar mendoakannya dari belakang agar ia bertaubat. Selesai salat, Malik bin Dinar menyuruhnya pergi. Pencuri itu pergi dengan wajah yang bersinar dan hati yang berubah. Ia bertaubat seketika itu. Teman-temannya yang menunggunya merasa heran dengan perubahan temannya itu. Mereka menanyainya. Akhirnya, teman-temannya pun ikut bertaubat juga.

Kisah-kisah di atas adalah contoh dari anugerah Allah yang datang dengan tiba-tiba, tanpa diduga dan usaha. Semuanya semata-mata dari Allah Yang Maha Pemurah. Bila memberi, Allah Maha Suci dari menuntut imbalan. Wallahu a’lam.

Dikutip dari Buku al Hikam Mutiara Hikmah Kehidupan asuhan Habib Ahmad bin Husen Assegaf.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *