Amal Diterima Adalah Balasan Yang Besar

Menuntut Balasan Dituntut Keikhlasan, Mampu ?
Mar 27, 2020
Allah Menjadikan, Manusia Memiliki
Apr 1, 2020

لَا تَطْلُبْ عِوَضًا عَلَى عَمَلٍ لَسْتَ لَهُ فَاعِلًا, يَكْفِى مِنَ الْجَزَاءِ لَكَ عَلَى الْعَمَلِ اَنْ كَانَ لَهُ قَابِلًا

Jangan engkau menuntut ganjaran (balasan) atas suatu amal perbuatan yang engkau tidak mengerjakannya. Dan cukup sebagai balasan (yang besar) untuk engkau atas suatu amal jika amalmu itu diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

TELAH ditetapkan oleh ahlul haqq (ahli Tasawwuf) bahwa seorang hamba itu diciptakan oleh Allah dalam keadaan majbur (dipaksakan dan ditundukkan menurut kehendak Allah subhanahu wa ta ‘ala). Sehingga ia tidak bisa berbuat apa-apa. Ia tidak sedikitpun memiliki apa-apa. Ia tidak bisa berbuat apa-apa. Ia juga tidak berhak untuk memilih. Karena semua manusia sangat lemah, tidak memiliki apapun. Allah-lah yang menciptakan. Allah-lah yang berhak memilih. Dan Allah-lah yang melakukan semuanya.
Kita bisa melakukan ibadah karena Allah yang menggerakkan kita dan memberikan kita kemampuan untuk bisa beribadah. Oleh karena itu, hendaknya kita selalu berdoa kepada Allah untuk memberi kemudahan dalam melaksanakan segala urusan kita.
Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

وَلَا يَمْلِكُوْنَ لِأَنْفُسِهِمْ ضَرًّا وَلَا نَفْعًا وَلَا يَمْلِكُوْنَ مَوْتًا وَلَا حَيَاةً وَلَا نُشُوْرًا

“Dan mereka tidak kuasa untuk menolak kemudharatan dari dirinya dan tidak (pula untuk mengambil) suatu manfaat pun dan (juga) tidak kuasa mematikan, menghidupkan dan tidak (pula) membangkitkan.” (QS. Al-Furqan: 3)
Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَيَخْتَارُ

“Dan Tuhanmulah yang menjadikan apa yang Dia kehendaki dan Dialah yang memilih.” (QS. Al-Qashash: 68)
Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

وَاللهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُوْنَ

“Dan Allahlah yang menciptakan kalian dan apa yang kalian kerjakan.” (QS. Ash-Shaaffat: 96)
Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

وَمَا تَشَاءُوْنَ اِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللهُ رَبُّ الْعَالَمِيْنَ

“Tidaklah kalian berkehendak melainkan apa yang dikehendaki oleh Allah.” (QS. At-Takwiir: 29)
Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

كُلُّ شَيْءٍ بِقَضَاءٍ وَقَدَرٍ حَتَّى الْعَجْزُ وَالْكَيْسُ

“Segala sesuatu itu dengan keputusan dan ketentuan dari Allah sekalipun kelemahan dan kecerdasan.”
Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

كُلٌّ مُيَسَّرٌ لِمَا خُلِقَ لَهُ, فَأَمَّا مَنْ كَانَ مِنْ اَهْلِ السَّعَادَةِ فَسَيُيَسِّرُ لِعَمَلِ اَهْلِ السَّعَادَةِ, وَأَمَّا مَنْ كَانَ مِنْ اَهْلِ الشَّقَاوَةِ فَسَيُيَسِّرُ لِعَمَلِ الشَّقَاوَةِ

“Segala sesuatu itu akan dimudahkan untuk apa yang diciptakan-Nya. Jika seseorang yang Allah jadikan sebagai orang yang bahagia, maka Allah akan memudahkan jalannya untuk menuju ke jalan kebahagiaan. Dan jika Allah akan menjadikannya sebagai orang yang sengsara, maka Allah akan memudahkannya untuk menuju ke jalan kesengsaraan.”
Kemudian Nabi shallallahu alaihi wasallam membaca ayat:

فَأَمَّا مَنْ أَعْطَى وَاتَّقَى  الأية

Manusia boleh memilih, boleh berkehendak dan boleh berusaha tetapi ia harus ingat bahwa Allah-lah yang menentukan segalanya.
Jika engkau sudah mengetahui bahwa semuanya datang dari Allah, bahwa yang melakukan semua itu adalah Allah, maka bagaimana mungkin engkau meminta upah (balasan) dari Allah atas amalmu itu. Sedangkan engkau tidak pernah berbuat apa-apa dan tidak ikut mengerjakan apa-apa. Dan engkau tidak pernah tahu apakah amalmu itu diterima di sisi Allah atau tidak.
Jika Allah sudah menerima amalmu sedangkan amalmu itu banyak terdapat kekurangan, maka cukuplah diterimanya amalmu itu sebagai balasan (yang paling besar) untuk amalmu. Dan tidak sepantasnya engkau menuntut balasan.
Dan ini semua adalah rahmat Allah yang Ia berikan kepada hamba-hamba-Nya. Dan jika bukan karena rahmat Allah, maka niscaya semua amal manusia tidak akan ada yang diterima walaupun sedikit. Karena pada kenyataannya amal manusia ini penuh dengan kekurangan. Tetapi dengan rahmat-Nya, Allah tetap menerima amal-amal itu. Karena hampir mustahil amal manusia itu bersih dari kekurangan. Kecuali orang-orang yang dikehendaki oleh Allah untuk diberi rahmat.
Firman Allah subhanahu wa ta ‘ala:

يَخْتَصُّ بِرَحْمَتِهِ مَنْ يَشَاءُ

“Allah mengkhususkan dengan rahmat-Nya kepada orang yang Dia kehendaki.” (QS. Ali Imran: 74)
Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

وَمَا قَدَرُوا اللهَ حَقَّ قَدْرِهِ

“Dan mereka tidak akan mampu untuk mengagungkan Allah dengan sebenar-benarnya.” (QS. Az-Zumar: 67)
Ayat ini pernah dibacakan oleh Nabi shallallahu alaihi wasallam di atas mimbar. Tiba-tiba mimbar itu bergoncang. Sehingga para sahabat mengatakan: “Sungguh kami khawatir bahwa Nabi akan terjatuh karena goncangan mimbar itu.” (HR. An-Nasa’i dalam as-Sunan al-Kubra)
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

كَلَّا لَمَّا يَقْضِ مَا أَمَرَهُ

“Tidak akan ada orang yang dapat menunaikan perintah Allah (dengan sebenarnya).” (QS. ‘Abasa: 23)
Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

أُولَئِكَ الَّذِينَ نَتَقَبَّلُ عَنْهُمْ أَحْسَنَ مَا عَمِلُوْا

“Mereka itulah yang Kami terima dari mereka amal yang paling baik yang mereka kerjakan.” (QS. Al-Ahqaf: 16)
Segala puji bagi Allah yang menjadikan amal dan memberikan kita dengan amal itu puncak keinginan dan harapan.

Dikutip dari Buku al Hikam Mutiara Hikmah Kehidupan asuhan Habib Ahmad bin Husen Assegaf.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *