Allah-lah yang Pantas Dipuji

Tutup Allah Dalam Perbuatan Maksiat Dan Tutup Allah Dari Perbuatan Maksiat
May 9, 2020
Jadikan Allah Sebagai Sahabat Terbaikmu
May 13, 2020

مَنْ أَكْرَمَكَ فَإِنَّمَا أَكْرَمَ فِيْكَ جَمِيْلَ سِتْرِهِ فَالْحَمْدُ لِمَنْ سَتَرَكَ لَيْسَ الْحَمْدُ لِمَنْ أَكْرَمَكَ وَشَكَرَكَ

Siapa yang menghormatimu sebenarnya ia menghormati keindahan tutup Allah yang ada pada dirimu. Maka yang harus dipuji adalah yang menutupi kejelekanmu, bukan orang yang menghormatimu dan berterimakasih kepadamu.

 

SETIAP orang pasti mempunyai cacat dan keburukan dan tidak akan luput dari kesalahan dan kejelekan. Seandainya cacat, keburukan, kesalahan dan kejelekan seseorang disingkap oleh Allah subhanahu wa ta’ala, niscaya tidak akan ada seorang manusia pun yang akan cinta kepadanya bahkan semua manusia akan benci kepadanya dan akan lari menjauh darinya.

Tetapi Allah subhanahu wa ta’ala dengan tutup-Nya yang indah menutupi segala cacat, keburukan, kesalahan dan kejelekannya dan menampakkan kebaikan-kebaikannya sehingga manusia menjadi cinta kepadanya.

Oleh karena itulah, jika engkau dihormati dan dicintai manusia, maka janganlah engkau beranggapan bahwa engkau memiliki kelebihan, kebaikan serta keshalehan sehingga engkau merasa pantas untuk dimuliakan. Jika engkau beranggapan seperti itu, berarti engkau bodoh tentang kejelekan dirimu.

Dan juga janganlah engkau menganggap bahwa orang yang memuliakanmu dikarenakan mereka tidak mengetahui tentang keadaan dirimu yang sebenarnya sehingga engkau memuji mereka dan tidak memuji Tuhanmu yang menundukkan mereka untuk memujimu dan yang menutupi kejelekan-kejelekanmu dari mereka dan menampakkan kebaikan-kebaikanmu kepada mereka. Jika engkau tidak memuji Allah yang menutupi segala kejelekanmu, maka berarti engkau telah mengingkari nikmat Allah dan engkau telah berbuat sesuatu yang tidak adil dengan meletakkan pujian bukan pada tempatnya.

Sudah merupakan sunnatullah (ketetapan Allah) bahwa Allah suka menutupi segala kejelekan dan kekurangan hamba-hamba-Nya. Maka yang pantas untuk kita syukuri dengan sebenarnya adalah Allah Yang Maha Menutupi (Suka Menutupi kejelekan dan kesalahan hamba-Nya) bukan orang yang memuliakan dan berterima kasih kepada kita.

سُبْحَانَ الَّذِى أَظْهَرَ الْمَلِيْحَ وَسَتَرَ الْقَبِيْحَ

“Maha Suci Allah yang menampakkan keindahan dan menutupi kejelekan.”

Dikutip dari Buku al Hikam Mutiara Hikmah Kehidupan asuhan Habib Ahmad bin Husen Assegaf.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *