Ada kalanya, Umur Panjang Tapi Kosong. Ada kalanya, Umur Singkat Kaya Faedah

Tiga Kemuliaan Orang Yang Berdzikir
Oct 1, 2021
Orang Yang Diberkati Umurnya
Oct 13, 2021

رُبَّ عُمْرٍ اِتَّسَعَتْ امَادُهُ وَقَلَّتْ اَمْدَادُهُ وَرُبَّ عُمْرٍ قَلِيْلَةٍ امَادُهُ كَثِيْرَةٍ اَمْدَادُهُ

Adakalanya umur itu panjang masanya tetapi sedikit faedahnya. Kadangkala umur itu pendek masanya tetapi banyak faedahnya.

 

BANYAK manusia diberi Allah umur yang panjang tetapi faedahnya sedikit. Karunia yang didapat dari Allah kepada orang tersebut sedikit. Malah ia tidak dapat apa-apa. Sebab, dalam umur yang panjang itu ia disibukkan dengan haJ-hal yang tidak penting. Umurnya lewat dengan sia-sia. Banyak pengangguran. Banyak kekurangan dalam menjalankan kewajiban beribadah kepada Allah. Sehingga hari-hari yang panjang itu lewat begitu saja bagai mimpi. Ini seperti ungkapan Sayyidina Ali radhiyallahu anhu yang berbunyi:

النَّاسُ نِيَامٌ فَإِذَا مَاتُوْا اِنْتَبَهُوْا

“Manusia itu tidur. Apabila mereka mati baru mereka sadar.”

Adapula manusia yang berumur pendek, tetapi banyak mendapat faedah. Dalam waktu yang singkat ia banyak memperoleh karunia dan fuyudhat (curahan rahmat) dari Allah, banyak mendapat ilmu dan beramal shaleh yang tidak didapat oleh orang lain.

Contohnya seperti Imam Nawawi. Usianya pendek, sekitar 45 tahun. Namun dalam umur yang singkat itu ia mendapatkan karunia yang besar dari Allah. Ia menjadi ulama yang terkenal. Ia menjadi ahli hadits, ahli fikih madzhab Syafi’i yang sangat diakui, ahli lughah dan berbagai ilmu yang lain. Karangannya begitu banyak tidak sebanding dengan umurnya yang pendek.

Di akhir-akhir ini Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki termasuk orang yang dikaruniai Allah karunia yang besar walau umurnya tidak panjang. Umur beliau mencapai 57 tahun. Tapi tidak ada waktunya yang tersia-sia. Umurnya dihabiskan dengan banyak beribadah, mengajar orang, mengarang kitab, bershadaqah, menyambut tamu-tamu Allah yang datang ke Mekkah. Luar biasa. Umurnya penuh dengan berkah.

Termasuk dari orang yang umurnya pendek tapi banyak faedahnya adalah Ahlul Jadzb. Dalam waktu yang singkat ia bisa menempuh jarak yang oleh ahli suluk bisa ditempuh dalam waktu bertahun-tahun.

Dulunya, Bisyr bin Haris Al-Hafi adalah orang yang suka bermaksiat kepada Allah. Pada suatu hari ia menemukan secarik kertas di tengah jalan yang diinjak-injak oleh para pejalan kaki. Di kertas itu ada tulisan asma Allah. Diambillah kertas itu. Ia urapi kertas itu dengan minyak wangi yang ia beli dari uangnya. Di saat itu ia tidak punya uang lagi. Ia letakkan kertas bertuliskan asma Allah itu di atas dinding. Ketika ia tidur ia bermimpi mendengar suara, “Sebagaimana engkau mewangikan nama-Ku maka aku wangikan dirimu di dunia dan akhirat.” Sejak saat itu Bisyr menjadi orang mulia yang dihormati oleh manusia. Dalam waktu yang singkat ia mendapat anugerah yang besar dari Allah.

 

Tentang umur singkat tapi mengandung banyak madad (pemberian dari Allah), seorang penyair sufi berkata:

كُلُّ وَقْتٍ مِنْ حَبِيْبِيْ        قَدْرُهُ كَأَلْفِ حَجَّة

Satu waktu dari Kekasih-Ku (Allah)

Nilainya seperti seribu haji

Abul Abbas Al-Mursi berkata: “Waktu-waktu kami semuanya lailatul qadar.” Abul Abbas Al-Mursi bermaksud bahwa setiap waktu dari kami, para wali Allah, lebih baik dari seribu bulan dari orang lain.

Dikutip dari Buku al Hikam Mutiara Hikmah Kehidupan asuhan Habib Ahmad bin Husen Assegaf.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *