Yang Tidak Boleh Dikerjakan oleh Orang yang Haid ataupun Nifas

Menikah dengan wanita lain agama
Jun 4, 2015
HUKUM QARDH (HUTANG PIUTANG)
Jun 5, 2015

Yang tidak boleh dikerjakan oleh orang yang haid ataupun nifas didalam kitab Fathul Qarib ada 8 perkara. Dalam hal ini haram hukumnya bagi mereka ang dengan sengaja mengerjakannya. Berikut adalah penjelasannya.

Perkara-Perkara yang tidak boleh Dikerjakan oleh Orang yang sedang Haid ataupun Nifas

  1. Baik sholat itu sholat fardhu maupun sunnah; dan demikian pula haram melakukan sujud tilawah dan sujud syukur.
  2. Baik puasa wajib maupun sunnah.
  3. Membaca Al-Quran
  4. Menyentuh mushaf. Yaitu sebuah nama bagi benda yang padanya ditulis firman Allah, diantara dua lampiran.

Dan haram pulamembawa mushaf; kecuali apabila pada wanita tesebut, mengkhawatirkan atas keselamatan mushaf.

  1. Masuk masjid bagi wanita yang sedang haid, jika ia khawatir darahnya akan tercecer di masjid.
  2. Baik thawaf fardhu maupun sunnah.
  3. Haram bersetubuh. Dan bagi orang yang terlanjur melakukan persetubuhan sewaktu darah haid itu sedang mengalir deras, disunnahkan hendaklah shadaqah satu dinar. Sedang bagi orang yang sedang bersetubuh sewaktu darah mulai surut, maka disunnahkan agar bershadaqah sebanyak setengah dinar.
  4. Haram memanfaatkan untuk bersenang-senang, yaitu bagian tubuh yang terdapat antara pusar dan lutut seorang perempuan. Maka tidak haram hukumnya, memanfaatkan bersenang-senang pada pusar dan lututna, dan juga tidak haram pada bagian sebelah atas pusar dan lutut. Demkianlah, menurut pendapat yang pilihan, sebagaimana tesebut dalam kitab syarah al-Muhadzdzab.

Kemudian mushannif segera menyusul pembicaraan yang semestinya dibicarakan pada bagian yang telah lewat, pada pasal tentang perkara yang menyebabkan harus mandi. Beliau lantas berkata: dan haram bagi orang junub melakukan lima perkara berikut;

Pertama, mengerjakan sholat; baik sholat fardhu maupun sholat sunnah.

Kedua membaca Al-Quran yang tidak disalin bacaan ayatnya oleh ayat lain; walaupun yang dibaca itu hanya satu ayat atau satu huruf, baik membacanya dengan suara ang pelan atau dengan suara yang keras. Dan terkecuali hal haram baca al-quran, ialah baca kitab taurat dan injil. Adapun baca dzikir-dzikir yang berupa bacaan al-quran, maka hukumnya halal; asal bukan bermaksud hendak baca al-quran.

Ketiga menentuh mushaf;sedang membawanya justru lebih dilarang (lebih haram daripada menyentuhnya).

Keempat, thawaf baik thawaf fardhu ataupun sunnah.

Kelima, berdiam diri dimasjid, bagi orang yang junub, yang beragama islam; kecuali dalam keadaan terpaksa misalnya seperti orang ang bermimpi keluar air mani sewaktu tidur dimasjid, sedang ia merasa repot atau sulit untuk bisa keluar dari masjid sebab ia mengkhawatirkan atas keselamatan dirinya dan harta bendanya.

Adapun lewat didalam masjid tanpa berhenti, hukumnya tidak haram, bahkan juga tidak makruh menurut pendapat ang lebih shahih.

Mondar-mandirnya orang yang sedang junub didalam masjid, itu status hukumnya sama dengan orang yang berdiam diri didalam masjid. Dan terkecuali dengan hal keharaman diam di masjid ( bagi orang yang junub) yaitu berdiam di madrasah atau pondok.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *