Sholat Gerhana Matahari dan Gerhana Bulan

Sholat Dua Hari Raya
Jun 17, 2015
Hukum Sholat Istisqo’
Jun 25, 2015

Sholat gerhana matahari dan gerhana bulan, di dalam kitab Fathul Qarib masing-masing keduanya adalah sunnah yang ditekankan. Jika seseorang terlambat mengerjakan sholat-sholat ini (gerhana bulan dan gerhana matahari) maka tidak perlu diulang kembali (qadha’).

Sholat gerhana matahari dan gerhana bulan yang disunnahkan
Sholat gerhana matahari dan bulan itu dilakukan dengan dua rakaat, bertakbiratul ihram disertai sholat gerhana, lalu membaca doa iftitah, membaca ta’awudz, membaca fatihah terus ruku’.
Kemudian mengangkat kepalanya dari ruku’, beri’tidal, membaca fatihah dua kali, ruku’ dua kali, ruku’ yang kedua lebih ringan (cepat) daripada yang pertama, kemudia i’tidal dua kali, lalu sujud dua kali masing-masing disertai thuma’ninah.
Setelah itu, maka mengerjakan rakaat yang kedua dengan dua berdiri, membaca fatihah dua kali, ruku’ dua kali, i’tidal dua kali dan sujud dua kali. Dan ini adalah yang dikehendaki dengan makna perkataan mushannif, bahwa di dalam masing-masing rakaat terdiri dari dua kali berdiri yang panjang-panjang bacaannya, sebagaimana keterangan yang akan datang, dalam masing-masing rakaat itu terdiri pula dua kali ruku’ dengan memanjangkan bacaan tasbihnya yang tidak terjadi dalam sujud, maka dalam sujud ini adalah perlu memanjangkan sujudnya. Ini adalah merupakan salah satu dari dua pendapat.
Tetapi menurut pendapat yang shahih, sujud itu perlu dipanjangkan sebagaimana ruku’ yang dilakukan sebelum sujud.
Dan hendaknya imam berkhutbah untuk sholat gerhana matahari dan bulan dengan dua khutbah, sebagaimana khutbah jumah, baik dalam rukun-rukunnya dan syarat-syaratnya.
Khotib hendaknya menganjurkan kepada manusia di dalam khutbahnya, agar bertaubat dari segala dosa, dan supaya berbuat baik seperti memberi shodaqah, memerdekakan budak dan lain sebagainya.
Bagi imam hendaknya merendahkan suaranya di dalam sholat gerhana matahari dan mengeraskan suaranya dalam sholat gerhana bulan.
Sholat gerhana matahari dapat menjadi tertinggal sebab gerhananya pulih (kembali asal) dan sebab terbenamnya matahari, sedangkan gerhananya masih berlangsung.
Dan menjadi tertinggal sholat gerhana bulan disebabkan pula karena gerhananya pulih kembali, tetapi tidak tertinggal sholat tersebut disebabkan terbitnya fajar dan demikian pula tidak tertinggal sholatnya sebab terbenamnya bulan sedangkan gerhana itu masih berlangsung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *