Jama’ dan Qashar
Jun 15, 2015
Sholat Gerhana Matahari dan Gerhana Bulan
Jun 18, 2015

Sholat dua hari raya yakni hari raya Idul Fitri dan hari raya Qurban hukumnya adalah sunnah yang sangat ditekankan. Sholat hari raya tersebut dilakukan dengan berjamaah, bagi orang yang sholat sendirian, yang bepergian, orang yang merdeka, budak, orang banci, dan orang perempuan. Tidak sunnah sholat hari raya bagi perempuan yang cantik dan yang mempunyai sifat genit.

Sholat Dua Hari Raya idul fitri dan qurban

Adapun orang yang tidak mampu atau tidak kuasa maka hendaknya mengerjakan sholat ‘ied dengan pakaian yang dipakai sehari-harinya di rumah tanpa memakai wangi-wangian.

Sholat hari raya itu waktunya ialah diantara tebitnya matahari dan condongnya. Sholat hari raya itu terdiri dari dua rakaat bertakbiratul ihram dengan niat shalat hari raya fitrah atau hari raya qurban, sesudah takbiratul ihram kemudian membaca do’a iftitah.

Dan bertakbirlah sebanyak 7 kali pada rakaat pertama, selain dari takbiratul ihram, kemudian membaca ta’awudz, membaca fatihah lalu membaca surah qaaf dengan suara keras sesudah membaca fatihah.

Dan bertakbirlah sebanyak 5 kali pada rakaat kedua, selain dari takbirnya bediri, kemudian membaca ta’awudz, membaca fatihah lalu membaca surah iqtabarat dengan suara keras pula.

Sunnah menunaikan dua khutbah sesudah mengerjakan sholat dua rakaat, khotib bertakbir di permulaan khutbah yang pertama sebanak 9 kali secara bersambung dan di permulaan khutbah kedua bertakbir sebanyak 7 kali dengan bersambung pula. Jika antara dua khutbah itu terpisah dengan bacaan tahmid, tahlil dan pujian maka yang demikian ini adalah baik.

Takbir di sini terbagi menjadi dua macam yaitu Takbir Mursal dan Takbir Muqayyad. Takbir mursal adalah takbir yang dilakukan mengiringi sholat hari raya fitrah. Sedangkan takbir muqayyad adalah takbir yang dilakukan mengiringi hari raya qurban.

Kemudian Mushannif mulai menerangkan takbir yang pertama (takbir mursal). Beliau berkata bahwa; sunnah bertakbir bagi setiap orang laki-laki, perempuan, orang yang berada di rumah, orang yang sedang bepergian di tempat-tempat pondokan, Masjid-masjid dan pasar-pasar, mulai matahari terbenam pada malam hari raya fitrah.
Hendaknya takbiran tersebut berlangsung terus sampai imam masuk masjid mengerjakan sholat hari raya itu. Tidak disunnahkan takbiran pada malam hari raya fitrah yang dilakukan sesudah mengerjakan beberapa sholat. Tetapi di dalam kitab Adzkar Imam Nawawi memilih, bahwa takbiran sesudah mengerjakan beberapa sholat itu hukumnya sunnah.
Kemudian mushannif melanjutlan pembicaraannya mengenai takbir muqoyyad, maka beliau berkata: bertakbirlah di hari raya qurban sesudah mengerjakan sholat-sholat fardhu, baik orang itu mengerjakan sholat pada waktunya dan mengerjakan sholat qadla’, demikian juga setelah sholat rawatib, sholat sunnah mutlak dan sholat jenazah. Takbiran itu dimulai dari subuhnya hari arafah sampai datang waktu ashar dari hari tasyrik yang terakhir.

2 Comments

  1. Muharramah says:

    al hamdulillah … terima kasih atas ilmu yang telah diberikan. Semoga amalnya diterima di sisi-Nya

    • Latifah Indra Rukmana says:

      sama-sama dan bagi yang telah membaca semoga m,enjadi amal kebaikan untuk bekal di akhirat nanti…amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *