Menikah dengan wanita lain agama

Haid, Nifas, dan Istihadhah
Jun 2, 2015
Yang Tidak Boleh Dikerjakan oleh Orang yang Haid ataupun Nifas
Jun 5, 2015

Bagaimana hukumnya pernikahan semacam itu?

Dan bagaimana kedudukan anak mereka dari hasil perkawinan tersebut

Jawab :

Tidak sah perkawinan seorang islam dengan perempuan kristen yang tidak diketahui masuknya orang tua dalam agama sebelum diutus Nabi Muhammad SAW, jika perempuan itu masuk islam dalam aqad nikah pertama, maka menjadi murtad dengan aqad nikah kedua sebelum dukhul (bersetubuh) sehingga aqad nikah pertama menjadi batal. Adapun anaknya tidak bisa ilhaq kepada lelaki tersebut.

Dasar pengambilan :

1. I’anatu Al Tholibin III / 296

تنبيه) اعلم أنّه يشترط أيضا فى المنكوحة كونها مسلمة أو كتابية خالصة، ذميّة كانت أو) حربيّة) فيحلّ مع الكراهة نكاح الإسرائيليّة بشرط أن يعلم دخول أوّل آبائها فى ذلك الدّين بعد بعثة عيسى عليه السّلام وإن علم دخوله فيه بعد التّحريف. ونكاح غيرها بشرط أن يعلم دخول آبائها فيه قبلها ولو بعد التّحريف أن تجنّبوا المحرّف. ولو أسلم كتابى وتحته كتابيّة دام نكاحه وإن كان قبل الدّخول أو وثنىّ وتحته وثنيّة فتخلّفت قبل الدّخول تنجزت الفرقة أو بعده وأسلمت فى العدّة دام نكاحه وإلاّ فالفرقة من إسلامه

Artinya:

(peringatan) Perlu diketahui menjadi syarat pula bagi perempuan yang dinikahi adalah islam, atau kafir kitabi  yang mencerai, baik dari kafir dzimy maupun kafir harby. Maka halal dan makruh menikahi perempuan isroiliyah denga syarat tidak diketahui masuknya bapak-bapaknya pada agama tersebut setelah ada perubahan. Dan halal nikah selain isroiliyah dengan syarat, diketahuinya masuknya orang tua pada agamanya sebelum diutusnya Nabi Isa AS. Meskipun setelah dirubah jika dia mengetahui perubahan tersebut. Apabila orang kafir kitabi masuk islam dan ia punya istri yang berstatus kafir kitabi, maka nikahnya masih tetap (sah dan tidak putus), meskipun masuknya Islam dia sebelum dukhul (bersetubuh), atau apabila ada orang kafir wasani masuk Islam, dan istrinya masih kafir wasani, dan perpisahan itu sebelum dukhul (bersetubuh) maka perceraian itu terjadi (denga perbedaan agama), atau pisahnya setelah dukhul namun si istri masuk Islam dalam masa iddah maka masih tetap sah nikahnya, kalau tidak masuk Islam, maka batal nikahnya (cerai) itu sejaksuami masuk islam.

2. Al Muhadzab II / 44

و من دخل دين اليهود والنّصارى بعد التّبديل لا يجوز للمسلم أن ينكح حرائرهم

Artinya:

Barang siapa masuk agama yahudi dan nasrani setelah kitabnya diganti, maka bagi orang Islam tidak boleh menikahi mereka (mesikpun sudah dimerdekakan)

3. Fathu Al Wahab II / 64

وردّة من الزّوجين أو أحدهما قبل دخول وما فى معناه من استدخال منّى تنجز فرقة بينهما لعدم تأكّد النّكاح بالدّخول أو فى معناه. وبعده توقفها، فإن جمعهما إسلام فى العدّة دام نكاح بينهما لتأكّده بما ذكر وإلا فالفرقة بينهما حاصلة من حين الرّدّة منهما أو من أحدهما

Artinya:

Dan murtad dari kedua suami istri, atau salah satunya sebelum dukhul (bersetubuh) dan dengan pengertian dukhul  yaitu , memasukkan mani sang suami pada vagina istri. Maka hal itu akan terjadi erat antara keduanya. Karena nikah tidak dapat dikuatkan dengan dukhul (bersetubuh) atau sesamanya. Seansainya dalam masa iddah keduanya kumpul bersama dalam Islam (sama-sama masuk Islam) maka menjadi kekal pernikahan keduanya (tidak terjadi perceraian) karena kekuatan nikah ada pada kesamaan agama. Kalau tidak bisa kumpul dalam satu agama, maka perceraian terjadi sejak dia murtad keduanyan atau salah satunya.

4. Bujairomi IV / 202

فرع: المرتد إن انعقد قبل الرّدّة أو فيها وأحد أصوله مسلم فمسلم تبعا له، والإسلام يعلو، أو أحد أصوله مرتدّ فمرتدّ تبعا لا مسلم كافر

Artinya:

(far’un) orang murtad jika kejadiannya sebelumnya murtad ada pada waktu murtad dan salah satu orang tuanya Islammaka ia dihukumi Islam, karena mengikuti orang tuanya. Dan Islam adalah tinggi (di Atas). Atau salah satu antara orang tuanya murtad, maka ia dihukumi murtad karena mengikuti oarang tuanya. Bukan Islam dan bukan kafir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *