Sholat Gerhana Matahari dan Gerhana Bulan
Jun 18, 2015
TANDA PENGENALAN DIRI
Jun 28, 2015

Hukum sholat istisqo’ yaitu sholat meminta hujan dari Allah SWT. Sholat istisqo’ di dalam kitab Fathul Qarib itu hukumnya disunnahkan bagi orang yang berada di tempat tinggal dan orang yang bepergian, ketika ada kebutuhan yaitu hujan terputus atau sumbernya air juga terputus dan sebagainya.

hukum sholat istisqo yang ditekankan
Dan diulang kembali sholat istisqo’ sampai dua kali dan boleh juga lebih dari itu, jika memang belum diberi hujan kepada mereka.
Sunnah bagi imam dan yang sepadan dengannya agar memerintahkan kepada mereka untuk bertaubat dan wajib bagi mereka melaksanakan perintahnya imam, sebagaimana fatwa imam Nawawi, bahwa taubat dari dosa itu adalah wajib, baik imam memerintahkan atau tidak.
Dan memerintahkan bershodaqoh, keluar dari kedurhakaan kepada manusia, berbuat baik kepada musuh dan puasa tiga hari sebelum hari ketentuan untuk keluar, maka sesampainya hari ketentuan (mengerjakan sholat istisqo’) puasanya berjumlah 4 hari.
Kemudian hendaknya mereka keluar pada hari yang keempat dalam keadaan masih berpuasa dengan tidak memakai wangi-wangian dan juga tidak berhias diri. Tetapi mereka keluar dalam keadaan memakai pakaian biasa yang dipakai diwaktu bekerja.
Dan berjalan dengan khusyu’, merasa hina dan hendaknya ikut keluar beserta mereka anak kecil, para orang tua, para orang tua yang sudah lemah dan binatang piaraan.
Hendaknya imam atau gantinya, mengerjakan sholat dua rakaat beserta mereka, sebagaimana sholat dua hari raya di dalam hal cara-caranya dari membaca sholat iftitah, ta’awudz, takbir 7 kali dalam rakaat pertama, takbir 5 kali dalam rakaat kedua dengan mengangkat dua tangannya.
Kemudian imam sunnah melakukan dua khutbah seperti dua khutbah hari raya dalam rukun-rukunnya, dan lain-lainnya, tetapi di dalam dua khutbah itu beristighfar kepada Allah SWT. Sebagai gantinya takbir pada permulaannya dua khutbah dalam sholat dua hari raya. Maka hendaknya khotib memulai khutbahnya yang pertama dengan membaca istighfar 9 kali dan dalam khutbah kedua 7 kali.
Adapun bentuk lafadznya istigfar adalah sebagai berikut:

اَسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِیْمَ الّذِيْ لاَ اِلَهَ اِلَّا هُوَ الحَيُّ القَيُّوّمُ وَاَتُوْبُ اِلَيْهِ

“aku memohon ampun kepada Allah yang Maha Agung, tiada Tuhan yang disembah kecuali Dia yang hidup dan yang berdiri. Aku bertaubat kepadaNya.”

Dua khutbah itu dilakukan sesudah selesai melakukan sholat dua rakaat. Hendaknya khotib memindahkan selendangnya dari arah kanannya ke arah kirinya dan dari atas selendang ke bagian bawahnya. Demikian pula hendaknya makmum memindahkan selendang mereka sendiri, sebagaimana khotib memindahkan selendangnya.
Dan juga hendaknya memperbanyak di dalam berdoa, baik dengan suara rendah atau keras, sekiranya khotib merendahkan suaranya, maka para makmumnyapun merendahkan suaranya dalam berdoa, dan sekiranya khotib mengeraskan suaranya, maka para makmum sama meng-amini do’anya khotib tersebut.
Khotib supaya memperbanyak dalam membaca istighfar dan membaca firman Allah Ta’ala: “hendaknya kamu sekalian memohon ampun kepada Tuhanmu. Sesungguhnya Dialah Maha Pengampun, maka akan Dia turunkan hujan dari langit dengan lebat (deras).”
Tersebut di dalam sebagian keterangan kitab matan, terdapat tambahan yaitu berdoalah kamu sekalian sebagaimana doa rosulullah SAW, ya Allah jadikanlah hujan itu, hujan yang memberi rahmat. Jangan Engkau jadikan hujan sebagai siksa, bukan hujan yang menghilangkan, bukan hujan yang mendatangkan bala’, bukan hujan yang menghancurkan, dan bukan hujan yang menenggelamkan.
Ya Allah hendaknya Engkau turunkan hujan pada tempat-tempat yang tinggi dan yang rendah, tempat tumbuhnya pohon-pohonan dan bagian dalamnya jurang. Ya Allah Engkau turunkan hujan di kanan dan kiri kita dan jangan Engkau turunkan hujan yang menyengsarakan kita. Ya Allah Engkau turunkan hujan yang memberi pertolongan, enak, mudah, menuju aliran-aliran air yang tawar, mengalir, pangkat, yang besar dan yang abadi sampai hari kiamat.
Ya Allah semoga Engkau berikan hujan kepada kita semua, dan jangan sampai kita ini termasuk daripada orang-orang yang memutuskan rahmat-Mu.
Ya Allah sesungguhnya para penduduk, beberapa negeri berada dalam kepayahan, kelaparan dan kesempitan. Keadaan ini bukanlah aku melaporkan Kepada-Mu.
Ya Allah semoga Engkau tumbuhkan tanamanku, Engkau lebatkan susu, turunkan atas diriku beberapa berkah dari langit, tumbuhkan atas diriku berkah bumi, dan hindarkanlah diriku dari bahaya sebab tiada yang dapat menghilangkannya selain Engkau.
Ya Allah aku memohon ampun kepada-Mu, sesungguhnya Engkau itu adalah yang Maha Pengampun, maka turunkan atas diriku hujan yang lebat (bermanfaat).
Ketika hujan turun, air sudah mulai mengalir maka hendaknya sama mandi di dalam jurang dan membaca tasbih sebab ada petir dan kilat.

1 Comment

  1. DQ-Z says:

    Alhamdulillah…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *